Tuesday, April 28, 2020

Pengalaman Belajar di Rumah selama libur COVID-19


Pengalaman belajar dirumah dalam menghadapi libur COVID-19 di SDN 16 Penarik



Berita COVID-19 

Pertama sekali mendengar kata COVID-19 atau virus corona itu di media massa baik berita di TV,Youtube, wa group, facebook, instegram dll, kita hanya menangapi biasa-biasa saja atau cuek, karena kita tidak tahu apa maksudnya dan apa akibatnya, dan belum melihat akibatnya langsung di lapangan, waktu itu baru mendengar berita ini ketika terjadi di Negara Cina daerah wuhan pada bulan Desember 2019. Memang di media elektronik atau di youtube sering di beritakan.

Setelah mulai masuk ke Asia yaitu di Negara Malaysia pada saat itu keluar di berita dan banyaknya orang dari Kampung yang merantau ke Malaysia pulang katanya karena COVID-19, saya mulai pokus menyimak berita yang ada di Media social dan anjuran dari orang kesehatan seperti para Dokter dan tenaga medis lainnya, apa sebenarnya COVID-19 atau virus Corona atau dengan bahasa asing adalah severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang pernapasan. Penyakit karena infeksi,  virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada system pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.

COVID-19 yang lebih di kenal dengan nama virus Corona adalah jenis virus baru dari coronavirus yang menular kemanusia. Yang daya tahan tubuhnya lemah lebih mudah terjangkit, termasuk juga menyerang lansia yang kemungkinan  daya tahan tubuhnya lemah.

Dengan adanya COVID-19 ini  membuat hampir semua Negara terserang, dan membuat Negara dan Pemerintah sibuk dan kuatir. Karena hal ini banyak yang terganggu baik kesehatan, Ekonomi, Pendidikan maupun Pekerjaan.

Di Indonesia mulai ramai di bicarakan pada bulan maret, saya pun satu persatu mencari data dilingkungan sekitar tempat tinggal dan kampung halaman, saya lihat lagi pemerintah daerah mulai mengadakan pertemuan darurat diruang Sekda saya lihat dari postingan di wa- wa group untuk membahas tentang COVID-19 dan cara mengatasinya. Dan dilihat berita Negara lain sudah ada yang memberlakukan lockdown dan pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Tidak ketinggalan lagi Negara Indonesia, bahkan Presiden sudah mengeluarkan peraturan tentang kedaruratan COVID-19 kemudian di lanjutkan oleh Mentri-mentri yang bersangkutan serta disusul oleh Pemerintah daerah juga mengeluarkan surat edarannya.



Peraturan dan surat edaran tentang COVID-19

Pertama kita mendapat postingan di wa group tentang peraturan Presiden no 11 tahun 2020 tentang penetapan kedaruratan Kesehatan Masyarakat COVID-19, karena menyebabkan hal yang luar biasa.  Kematian karena virus corona sudah meningkat dan meluas antar wilayah dan antar Negara serta memiliki dampak pada kondisi Politik, ekomnomi, Sosial, Budaya, Hankam dan kesejahteraan Masyarakat Indonesia. Kepres ini di tetapkan oleh Presiden Joko Widodo di Jakarta pada tanggal 31 Maret 2020.

Kemudian di lanjutkan oleh mentri Kesehatan, Perhubungan, Mentri Dalam Negeri dan menkeu dan mentri Pendidikan.
Dengan adanya peraturan Presiden, Mentri- mentri tentu juga mempengaruhi dunia pendidikan juga, tak luput proses pembelajaran akan terganggu juga termasuk program sekolah.

Tepatnya di tanggal 16 Maret 2020 di Kabupaten Mukomuko mendapat surat edaran dari Bupati Choirul Huda no 420/0323/D.1/D/2020 tentang Penanganan COVID-19, diantaranya salah satu isinya tentang sekolah liburkan selama 14 hari terhitung mulai tanggal 17 Maret 2020 dan disaran untuk belajar dirumah dengan di pandu atau diawasi oleh guru dan di bawah arahan dan pengawasan Kepala Sekolah. Setelah di evaluasi selama 14 hari 

Nampaknya COVID-19 ini belum juga berakhir dan belum juga mereda, setelah di berlakukan libur selama 14 hari, akhirnya liburpun di perpanjang dengan surat edaran bupati tanpa ada batasnya hanya menunggu berita selanjutnya.



Persiapan SDN 16 Penarik Menghadapi libur COVID-19

Kepala sekolah mendapat telepon Dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Mukomuko sekitar pukul 10.00 wib hari senin 16 Maret 2020 beliau minta tolong menyampaikan dengan pengurus PGRI kebetulan kepala SDN 16 Penarik adalah penguru PGRI Kabupaten Mukomuko, bahwa nanti akan ada pemberitauan tentang libur sekolah karena menghadapi COVID-19 mohon kiranya dukungan dari PGRI Kabupaten. Kamipun menjawab ya pak Kadis.

Sayapun sebagai kepala SDN 16 Penarik mengumpulkan semua guru dan staf ketika jam istrihat, untuk membicarakan apa yang di sampaikan oleh kepala dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko tadi. Mereka semua berkumpul diruang guru dan saya mulai membuka acara dengan menyampaikan salam dulu, baru menyampaikan maksud dan tujuan pertemuan hari ini, dengan keadaan mendadak, kita harus bisa membuat strategi yang jitu untuk tidak merugikan pembelajaran, walaupun Kegiatan Pembelajaran nanti jarak jauh atau dirumah, pembelajaran tetap berlansung dengan baik dan tertata rapi. Kita tahu bahwa ruang belajar bukan di kelas saja dimanapun kita bisa belajar atau menjadi kelas, yang penting niat dan keseriusan kita untuk mendidik dan membimbing siswa harus tulus dan ikhlas, nanti setelah keluar surat edaran resminya kita akan buat programnya, setelah selesai rapat mereka bubar dan masuk ke kelas masing-masing dan staf yang lain mengerjakan tugas sesuai tupoksinya.


Jam dinding sudah menunjuk pukul 14.00, ini menandakan jam sekolah telah berakhir,  namun surat edaran resmi dari Kabupaten belum juga masuk, akhirnya saya memutuskan besok tetap sekolah sambil menunggu surat edaran resmi. Lonceng pulang berdenting 3 kali ini menandakan jam belajar telah usai. Semua siswa bergegas merapikan dan menyusun peralatannya ke dalam tas, kemudian berdoa dan berpamitan dengan guru masing-masing. Gurupun segera menuju ruang guru dan duduk di kursi masin-masing, untuk menerima berita baru atau informasi tentang libur, kepala sekolah menuju ruang guru memberi tahu bahwa untuk informasi libur samapi saat ini belum ada yang resmi kita tunggu saja sampai besok, jadi kita besok tetap sekolah sambil mempersiapkan stragi belajar seperti apa nantinya yang kita rancang menghadapi libur selama COVID-19.

Sesampai dirumah kira-kira lebih kurang  pukul 15.00 wib, saya buka HP dan di buka wa group Kepala Sekolah Kabupaten sudah ada surat edaran dari Bupati Kabupaten Mukomuko, yang isinya adalah sekolah di liburkan mulai tanggal 17 maret samapi tanggal 31 Maret 2020, sedang pembelajaran dilaksanakan dirumah dengan cara daring lewat wa group atau cara yang tepat, sesuai dengan kondisi daerah masing-masing atau keadaan setempat. Surat edaran itu saya share lagi ke group Wa SDN 16 Penarik, dan saya beri komentarnya bahwa surat ini akan kita bahas besok hari selasa tanggal 17 Maret 2020.

Tepatnya hari Selasa, 17 Maret 2020 pukul 6.15 siswa sudah ada yang hadir dewan guru yang piket juga sudah hadir mereka membersihkan kelas dan pekarangan serta WC dan lain-lain. Pukul 7.00 kegiatan sekolah sudah dimulai karean kebiasaan setiap hari Selasa, satu jam pelajaran adalah untuk  mendongeng ini dalam kegiatan PPK atau Literasi. Semua siswa duduk seperti biasa tetapi kali ini siswa disuruh duduk membuat liter U supaya mudah dikasih arahan tentang COVID-19, jadi kegiatan hari ini di tiadakan mendongeng tetapi di kasih materi tentang bahaya COVID-19. Sekaligus memberi tahu tentang libur COVID-19 dan apa saja yang dikerjakan dirumah.

Semua siswa sudah duduk dengan rapi, alat pengeras suara sudah di pasang oleh petugas, kepala sekolah memberi arahan dan pengertian tentang libur yang akan dilaksanakan, kenapa kita harus libur ? siswa ada juga yang menjawab karena corona buk, adakah yang tahu apa itu corona ? tidak buk jawab beberapa siswa, mau tahu ? ya buk, kalau mau tahu harus dengar yang baik supaya tidak salah pengertian. Virus Corona itu di kenal dengan nama COVID-19, ini mengandung virus yang bisa menyerang pernapasan kita, sehingga kita bisa sakit dan juga bisa mematikan. Virus ini menular lewat manusia terutama ketika kita batuk, bersin, bersentuhan tangan apa bila cairannya yang keluar dari tubuh kita seperti bekas bersin,batuk dll, menyentuk kebadan kita makanya kita bisa tertular. Justru dari itu kita harus menjaga jarak dan memakai masker dan tidak kumpul beramai-ramai.


Kenapa pemerintah membuat edaran supaya kita libur ? karena bisa membantu untuk memutuskan rantai penularan, dengan tidak berkumpul bersama-sama secara masal.

Bagai mana dengan pembelajaran kita ? kita tetap belajar, tetapi belajarnya dirumah lewat daring atau HP bagi yang punya HP android, nanti akan di buat wa group kelas masing-masing, tolong setelah pulang nanti kasih tau dengan orang tua no HP gurunya, supaya bisa dimasukkan ke wa group kelas, bagi yang tidak punya hp boleh ngerjakan tugas di buku pegagangan siswa yang nanti di tunjuk oleh gurunya halaman berapa saja sesuai arahan guru.
Samapi disini ada yang belum jelas ? Tanya kepala Sekolah, jelas buk. Kalau sudah jelas semua kita bisa lanjut kegiatan lain.  Pertama kita bernyanyi satu lagu dulu ya, yaitu lagu PPK dan Adiwiyata. Mereka semua bernyanyi sambil tepuk tangan bergembira. Setelah itu kepala sekolah memberitahu bahwa nanti sebelum pulang kita bergotong royong dulu menyiram tanaman dan mengumpulkan tanaman dalam pot jadi satu tempat, tempat yang di tentukan didepan kelas IV dan Kelas III kerena dekat dengan air karan.


Semua siswa di bubarkan dan mereka masuk kekelas masing-masing untuk menerima arahan dari gurunya. Untuk persiapan belajar di rumah, setelah itu baru gotong royong membersihkan sekitar lingkungan kelas dan ruang kelas. Kegiatan telah selesai semua siswa di izinkan pulang kerumah masing-masing.

Dewan guru kembali keruangan kantor guru untuk membahas persiapan menghadapi pembelajaran dirumah, kepala sekolah memandu acara, jadi hasil yang di dapat semua guru kelas membuat wa group kelas dan guru bidang study dimasukkan kedalam group tersebut, kegiatannya memberi soal maksimal 5 buah perhari di mulai dari  pukul 8.00 kalau ada siswa yang belum jelas boleh menelepon gurunya.
Semua peralatan dan perangkat pembelajaran di bawa kerumah yang di butuhkan, nanti akan kita evaluasi pelaksanaannya. Kemudian kepala sekolah memberi tahu juga tentang Administrasi nantinya mungkin ada yang di butuhkan oleh sekolah untuk melengkapi permintaan data dari Diknas, seperti data-data pribadi masing-masing, jadi wa group sekolah supaya di pantau terus. Itulah arahan dan keputusan rapat tadi, kemudian semua dewan guru dan staf setelah pukul 11.30 pulang semua.


Kegiatan Belajar Dirumah melalului daring.

Semua guru menghibau siswa yang belum memberikan nomor HP baik melalui Facebook atau pesan lewat wa dan lewat temannya. Pembelajaran mulai berlangsung kendala banyak sekali yang di temui sesuai dengan laporan masin-masing guru dengan kepala sekolah diantaranya:

1.      Masih banyak yang belum bergabung di wa group
2.      Didalam wa siswa banyak yang main-main memposting kata-kata yang luar dari pelajaran, sehingga guru terganggu dan wali murid lain juga terganggu.
3.     Guru mengeluarkan siswa dari group bagi yang tidak mematuhi aturan, hal ini membuat wali murid bertanya kepada guru kenapa anaknya di keluarkan dari group, gurupun memberi tahu alasannya, karena anaknya tidak mematuhi aturan di group wa kelas
4.       Soal di kirim pagi kadang sore ditanya mana soal hari ini buk? Berarti siswa tidak focus dengan tugas yang di berikan oleh guru.
5.      Ada yang HP di bawa kerja sama orang tua sehingga malam baru bisa ngerjakan tugasnya.
6.     Ada yang ngirim Vedio pembelajaran tentang cara mencuci tangan dalam menghadapi COVID-19 dari siswa.
Jadi bermacama- macam permasalahan di temui dalam pembelajaran daring atau di rumah, namun ada yang bisa diatasi dan ada yang belum, yang belum ini menjadi PR bersama untuk mencari solusinya.

Evaluasi Kegiatan belajar di rumah

Setelah 14 hari berjalan pembelajaran dirumah melalui daring di SDN 16 Penarik, tiba saatnya mengevaluasi dengan mengundang seluruh guru dan staf. Pada tanggal 01 april guru dan staf telah hadir pikul 8.00 wib, kepala sekolah mengabsen ternyata yang tidak hadir ada 3 orang karena ada sesuatu hal yang tidak bisa di tinggalkannya.
Kepala sekolah sebelum rapat mengajak dewan guru untuk gotong royong membersihkan lingkungan sekolah dan ruang guru, mereka semua ikut bekerja dan mengambil posisi masing-masing, ada yang menyiram bunga, mengepel lantai dan ada yang menyapu halaman semua di kerjakan dengan senang hati. Selesai membersihkan dan menyiram bunga atau tanaman, mereka kembali berkumpul di ruang kantor guru.

Acara mengevaluasi pembelajaran di rumah dimulai semua guru secara bergiliran memaparkan keluhan, hambatan maupun yang telah berhasil atau keberhasilan. Diantara permasalahan  yang di samapaikan adalah :

A.      Hambatannya
1.       Siswa yang  tidak punya HP, siswa yang tidak mengerjakan tugas walaupun mereka punya HP
2.       Siswa yang tidak masuk group karena tidak punya HP
3.       Ributnya di wa group tentang postingan yang tidak sesuai
4.      Orang tua yang tidak mengerti membantu siswa atau mendampingi siswa ketika belajar.
5.  HP yang di bawa orang tua pergi bekerja.

B.      Solusinya.
1.       Guru memberi tugas manual dengan menyuruh mendatangi teman terdekat dengan meminta tugas apa saja yang di berikan guru atau memberi tugas dengan membaca buku pegangan siswa.
2.       Meminta tolong dengan siswa yang ada di group untuk memberi tau supaya masuk group wa kelas dan menyuruh siswa terdekat memberi tau tugasnya.
3.       Memberi hukuman siswa yang mempostingkan luar dari kontek pelajaran untuk sementara dikeuar dari wa gruop, setelah meminta maaf mereka di masukkan kembali di wa group.
4.       Menelepon orang tua atau orang tua di suruh menelepon guru untuk meminta penjelasan dengan guru tentang pelajaran yang susah di mengerti oleh siswa.
5.       Guru dianjurkan membuat blog untuk memudahkan menyampaikan pembelajaran dengan siswa, ini langsung di praktekkan oleh kepala sekolah dengan dawan guru melalui proyektor.

Sedang keberhasilannya adalah, siswa selesai mengerjakan tugas dengan baik dan lancar, setiap tugas dilaporkannya tepat waktu dengan nilai yang baik. wali murid yang peduli dengan pembelajaran anaknya dia berusaha menghubungi guru kalau anaknya ketemu kendala. kemudian juga kesuksesan juga walupun belajar jarak jauh namun tetap berjalan baik juga.

Demikianlah solusi yang sudah di sepakati oleh rapat tersebut, semuanya di administrasikan dan di dokumentasikan.

4 comments:

  1. Alhamdulillah sudah sangat bagus,yang perlu di ingat hasil belajar di rumah ini hanyisebagai nilai tambah,buk bu nilai utama, good job ibu, tolong perhatikan kondisi ekonomi siswa ya, karena pembelajaran di rumah itu hanya untuk supaya siswa dapat belajar sesuatu yang bermakna,ter ter kasih

    ReplyDelete