Monday, April 27, 2020

Menulis dan membuat buku di Gital


Menulis dan membuat buku di gital


Resume pertemuan ke 15 belajar menulis  online gelombang ke 8
Bersama nara sumber Bapak Onno w Purbo dan di pandu oleh Om jay pada hari senin tanggal 27 April 2020 pada pukul 13.00 – 15.00.

Data nara sumber adalah Nama Onno W Purbo dilahirkan di Bandung Jawa Barat, 17 Agustus 1962. Beliau adalah seorang tokoh dan pakar di bidang Teknologi informasi, pak Onno juga sebagai Penulis, pendidik dan Pembicara di seminar.
Sebagai pakar teknologi Onno hanya menggunakan netbook dan telepon seluler Android merek local. Pada tahun 2013 ia bergabung sebagai dosen di Surya Universiti. Ia juga aktif menulis di bidang teknologi informasi,media,seminar,konferensi nasional dan di percaya copyleft (sumber terbuka). Tulisannya banyak di publikasinya di internet secara gratis.

Menulis dan cara membuat buku di gital atau elektronik yang sering kita kenal dengan istilah e-ebook mulai dikerjakannya oleh akademisi, penulis dan penerbit buku.untuk buku teks dalam bentuk yang nyata (fisik) bukan berarti ditinggalkannya. Banyak juga penulis yang sebenarya menerbitkan buku ke penerbit buku dalam dua bentuk, yaitu elektronik dan fisik.

Biasanya menjadi masalah besar dalam menulis buku adalah mencari kata-kata, topik dan jenis buku yang laris atau laku. Untuk menghasil karya tulis apa saja yang kita persiapkan adalah awalnya membaca, banyaklah kita membaca buku, kemudahan menulis akan datang dengan kita  kemudian dalam menulis jangan lupa menggunakan rumus 5W+1H (what,where,when,who,why dan how).

Pertama, Untuk mencari topik supaya buku kita laris adalah memilih topik, mencari tahu keinginanan pembaca dan mencari tahu minat pembaca. Ketiga hal ini bisa kita cari lewat ngobrol, bercakap-cakap dengan orang lain, bisa kita tanyakan mereka senang dengan cerita apa atau tertarik dengan cerita apa, apalagi kita seorang guru sangat mudah mencari topik karena kita sehari-hari bisa memantau kesukaan siswa membaca buku apa yang di senangi atau bisa bertanya langsung dengan mereka .

Kedua, Teknik sederhana menulis buku adalah dengan mentercemahkan dokumen-dokumen bahasa asing, contohnya buku berbahasa inggris; dikumpulkan menjadi satu dokumen, kemudian jadikan prograf baru dengan bahasa dan kata- kata kita sendiri yang lebih enak di baca dan di pahami. Jadi dengan arti kata gabungan beberapa buku tadi menjadi sebuah buku baru, kemudian buku ini bisa kita masukkan sebagai refernsi, namun perlu kita ingat bukan terjemahan lagi, ini adalah merupakan salah satu menulis sederhana, tanpa mengarang kata-kata sendiri, sebagai Dosen pak Onno sering memberi tugas dengan siswa menulis buku, mereka menulis buku dengan topik apa yang sedang dikuliahkan, untuk memudahkan penulisan mereka di beri kesempatan ke pustakaan di gital milik bapak Onno. Dalam di gital library tersedia beragam jenis buku, salah satu cara interaksi dengan orang banyak menggunakan media social, seperti twitter,facebook, atau instagram dll.

Ketiga, untuk bisa menulis biasakan mencatat, atau membangun kebiasaan mencatat, contoh mencatat apa saja setiap hari yang kita anggap penting suatu saat nanti bisa menjadi tulisan. Ini merupakan salah satu kunci yang paling penting dalam menulis. Kalau menulis di wiki, memberi manfaat tersendiri, contohnya mencari topic tertentu, tinggal ketik di menu search kemudian enter, langsung ketemu, jadi menulisnya bentuk digital atau elektronik, hasil tulisannya di baca semua orang.

Menulis ilmiah di jurnal, yang perlu diperhatikan adalah penulisan referensi yang berbahasa Indonesia, ini sulit di terbitkan di jurnal internasioanl. Harusnya memakai bahasa inggris. Dalam menggunakan referensi berbahasa Asing, kita bisa menggunakan google scholar, tinggal ketik di web search menu http://scholar.google.com. Cara mencari referensi yang berkualitas berbahasa Asing cukup kiat klik google scholar, masukkan kata kuncinya, akan muncul file-file yang kita butuhkan, tinggal klik kekanan dan cite. Namun kita harus membaca abstrak tulisannya dulu apakah sesuai dengan paper kita yang di butuhkan.

Untuk menerbitkan buku, yang harus di persiapkan adalah:
1.       Halaman judul
2.       Kata pengantar, bisa ditulis lebih dari satu orang, bisa kepala sekolah atau tokoh yang lain.
3.       Daftar isi
4.       Materi lengkap, boleh di tambah gambar , gambar bagusnya hitam putih
5.       Tentang penulis buat versi pendek
6.       Daftar pustaka
7.       Sinopsis, yaitu kisah tentang penulis.

Untuk naskah dibuat sederhana saja dalam bentuk ms word. Sekedar tambahan informasi untuk penulis, biasanya penerbit Andi Offset melakukkan layout sendiri terhadap buku. Sementara alex Media Kamputindo. Biasanya meminta penulis untuk layout sendiri supaya mereka tinggal mencetak. Penerbit-penerbit kalau menerbit buku bukan karena berkualitas, tapi karena bukunya bisa terjual laris , berarti kita harus menulis buku yang bisa terjual, kalau buku yang kita tulis untuk pegangan siswa penerbit akan senang, terutama buku pegangan SD karena jaminannya adalah pembeli banyak. Beruntunglah penulis yang menulis buku pegangan Sekolah Dasar.

Penerbit ANDI Offset dan Elex Media Komputindo royaltinya 5-10%. Jadi peluang besar ada di guru-guru SD yang jadi Penulis, karena murid SD jumlahnya banyak sekali. Artinya royalty bisa dijamin baik.

Buku di Gital kalau mau mencetak cukup sederhana, tinggal save As PDF saja file wordnya atau print As PDF, buku digital bentuk PDF cukup sampai disitu sudah jadi buku di gital. Kemudian diupload ke website atau di sebar di whassApp.

Untuk memudahkan menyakinkan penerbit mencetak buku adalah apabila banyak follower dimedsos, penerbit yakin pembacanya banyak tentu bukunya akan laris. Kemudian cover buku juga berperan banyak dalam penjualan, penerbit ANDI offset biasanya merancang cover buku, penulis hanya menyiapkan materi.

Penulisan buku bisa menggunakan Ms word di windows atau libreoffice writer di linux.
Buku digital bisa ber-ISBN. ISBN bisa dikeluarkan darisekolah, tidak hanya dari penerbit, caranya sekolah regues dan mengisi formulir di http://sbn.perpusnas.go.id. Maksudnya sekolah bisa jadi penerbit. Tidak harus jadi penerbit sungguhan, nanti perpusnas akan mengeluarkan izin agar sekolah mengeluarkan ISBN. Namun setiap kali mengeluarkan ISBN, sekolah harus mengajukan buku ke perpusnas untuk di berikan ISBN.

Yang memiliki konten copyright (hak cipta). Disarankan jangan di gunakan semabarangan karena bisa bermuara keranah hukum, sebaiknyanya menggunakan konten yang berbasis kreatif commons license creative. Commons menyediakan karya kreatif yang tersedia untuk orang lain secara legal supaya dapat di bagikan secara luas dan bisa dicek dan digunakan di http://creativecommns.org .

Demikianlah rangkuman saya semoga bisa di pahami dan dan dibaca untuk yang membutuhkan, terima kasih nara sumber dan pembimbing.

Oleh Rasita Bengkulu.

19 comments:

  1. Luar biasa lengkap sekali resumenya.

    ReplyDelete
  2. cukup memberikan pengetahuan dan pengalaman baru tentang menulis dan proses penerbitannya

    ReplyDelete
  3. Keren...
    Terima kasih sudah berbagi ilmu.

    ReplyDelete
  4. Resume nya luar biasa, terimakasih

    ReplyDelete
  5. BU TERE SELALU TERDEPAN,...MANTAP...

    boleh dong di ajarin cara resume cepat please,..

    ReplyDelete
  6. Terima kasih atas resumenya, dapat melengkapi catatan saya yang tertinggal. Sukses selalu ya bu.

    ReplyDelete
  7. Bagus resumenya,mampir jugs k blog saya,trims lusia07blogspot.com,Selamat berpuasa.

    ReplyDelete
  8. Mantap Bu. Silakan kunjung cakinin.blogspot.com

    ReplyDelete
  9. mantap, tulisan rapi dan terstruktur.
    mampir juga ke halobelajarsesuatu.blogspot.com

    ReplyDelete