Saturday, April 11, 2020

5 cara Menghindari kesalahan dalam memberi tugas kelas online

Resume : ada 5 cara Menghindari kesalahan dalam memberikan tugas di kelas online

Oleh : Rasita
Kepala SDN 16 Penarik

Jumat,10 April 2020 materi dari pak Agus Sampurno tentang bagai mana menyikapi pembelajaran jarak jauh di masa merebahnya COVID-19.
Di tinjau dari perspektif pendidik yang mencoba memberikan jalan keluar berdasarkan pengalaman. Pendidik berperan memberikan pertimbangannya ,trik dan tips bagi siswa dan guru serta orang tuanya.

Di media sosial dan sebagian fakta dilapangan baru-baru ini ada yang viral status dari para orang tua yang kesulitan dan kelelahan saat mendampingi siswa atau anaknya belajar jarak jauh atau online.hampir semua orang tua mengeluh betapa sulit dan susahnya mendampingi anaknya belajar dirumah.pihak yang mencoba bijak akan mengatakan, inilah saatnya orang tua sadar bahwa mendidik itu tidak mudah dan tidak gambang membutuh kerja keras dan kesabaran.

Ada beberapa kesalahan yang dilakukan pendidik ketika menyelenggakan kelas online dengan merebaknya wabah Virus COVID-19.

1. Guru berniat sekali menggantikan kelas tatap mukanya dengan kelas online. Ini akan menimbulakan masalah baru karena pastinya waktu akan panjang dan materinya berat.
Solusinya : memberikan tugas mingguan yang sudah ada dealine atau batas waktu yang tejangkau dan terukur. Semua ini akan menghindari kerumitan bagi orang tua siswa.

2. Guru belum membagikan tugas antara mana siswa yang lebih bisa diberikan tugas online dan mana yang ofline. Jika hal ini terjadi guru kadang hanya terfokus pada penugasan yang online saja .pada waktu yang sama guru akan bingung kenapa ada siswa yang lambat merespon.
Solusinya: saatnya kita memberi pilihan pada orang tua siswa apakah ingin tugas yang online atau ofline. Jika online berarti orang tua mengetahui tugas diberikan lewat platfrom apa dan kapan dikumpulkan. Sementara yang ofline seharusnya ada perjanjian pengumpulan tugas yang di setujui oleh guru dan orang tua.

3. Guru hanya sibuk memberikan tugas kepada siswa,tapi tidak menemani orang tua dalam stuasi wabah ini.hampir semua orang tua siswa menyadari bahwa anak mereka tinggal dirumah adalah keputusan diluar kemauan sekolah.
Solusinya terbaik adalah meluangkan waktu satu hari diadakan diskusi antara guru dan orang tua siswa,caranya bisa bemacam-macam bisa lewat group washaApp atau menyebarkan survey mengenai keinginanan dari orang tua dan siswa.

4. Guru memberi tugas yang bertipe High order thinking Skill atau HOTS. Ada juga guru yang menugaskan siswa memerlukan persiapan,contoh ada orang tua siswa yang mengeluh anaknya diminta berpakain adat di foto dan fotonya di kirim ke guru.
Solusinya berikan tugas yang memerlukan pendampingan minim dari orang tua.saat memberi tugas,guru juga menyelipkan panduan singkat bagi orang tua. Guru juga bisa memberi estimasi waktu pengerjaan,sehingga orang tua yang sibuk bisa memperkirakan kapan dia mesti membantu, menyesuaikan estimasi waktu yang diberikan oleh guru.

5. Guru cendrung inginmenghabiskan target kurikulum.Hal ini adalah suatu hal yang bukanlah  salah.namun yang harus di ingatkan bahwa kecendrungan tadi membuat seorang guru menjadi tidak fleksibel.
Solusinya : Guru mesti menerima situasi bahwa saat ini adalah saat krisis yang terjadi diluar kehendak dari dirinya sebagai seorang guru.maka dari itu apabila seorang guru sudah menerima situasi maka ia akan lebih terbuka pada masukan sambil meneruskan,mancari tau dan belajar dengan cara terbaik dalam mencari bentuk kelas online yang sesuai,atau jika beberapa minggu kelas online justru banyak menimbulkan masalah, inilah saatnya dicarikan skenerio lain yang penting siswa tetap fokus dan siap belajar pada saat wabah telah selesai.

Kita lihat dan kita pantau pada saat sekarang ini,wabah virus COVID-19 masih sangat memperhatinkan kita,kewaspadaan sangat diharapkan oleh Pemerintah apalagi dengan Pribadi kita sendiri.
Pada tahap pertama libur untuk 14 hari kedepan telah berlalu, wabahpun masih hangat juga, akhirnya perpanjangan libur kembali lagi di umumkan,menurut Mendikbud lewat edarannya sampai tanggal 21 April. Sampai sekarang wabah belum juga reda,mungkinkah libur di perpanjang lagi ?
Kalau libur di perpanjang lagi tentu kita tidak boleh tinggal diam,perlu punya ide agar kemitraan sekolah (guru) dan rumah tetap selaras.


4 comments: