Wednesday, May 20, 2020

KESAKTIAN PANCASILA DI MASA PENDEMI COVID-19


Memaknai Kesaktian Pancasila Di Masa Pendemi COVID-19

Di Tulis oleh: RASITA,S.Pd Kepala SD Negeri 16 Penarik Kabupaten Mukomuko dan Wakil Ketua 1 PGRI Kabupaten Mukomuko


Pada tanggal 1 Juni di peringati sebagai hari lahirnya Pancasila?  Di salin dari Wikpedia orang lainnya, lahirnya Pancasila itu adalah judul pidato yang di sampaikan oleh Soekarno dalam sidang Dokuritsi Jumbi Cosakai atau badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) pada tanggal 1 juni 1945.

Dalam pidato inilah Konsep dan rumusan awal Pancasila pertama kali di kemukakan oleh Soekarno sebagai Dasar Negara Indonesia merdeka.

Pidato ini awalnya disampaikan oleh Soekarno secara aklamasi tanpa judul dan baru mendapat sebutan “ lahirnya Pancasila” oleh mantan ketua BPUPKI Dr Radjiman Wedyodiningrat dalam kata  pengantar buku yang berisi pidato yang kemudian di bukukan oleh BPUPKI.

Dan semenjak  tanggal 1 juni tahun 2017 ditetapka sebagai hari lahirnya Pancasila. dan resmi menjadi hari libur nasional untuk memperingati hari lahirnya Pancasila.

Menjelang kekalahan tentara kekaisaran Jepang di akhir perang Pasifik, tentara pendudukan Jepang di Indonesia berusaha menarik dukungan Rakyat Indonesia dengan membentuk Dokuritsu Jumbi Cosakai.

Bila kita selidiki dan Pelajari sesungguhnya “ Lahirnya Pancasila”  ternyata bahwa ini adalah suatu Demokratisch Beginsel, suatu beginsel yang menjadi dasar Negara kita, yang menjadi Rechtsideologie Negara kita, suatu Begensel yang telah meresap dan berurat-berakar dalam jiwa Bung Karno dan yang telah keluar dari jiwanya secara spontan, meskipun sidang ada di bawah kepemilikan yang keras dan Pemerintah Bala tentara Jepang memang jiwa yang berhasrat merdeka, tak mungkin di kekang – kekang!

Selama Fascisme Jepang berkuasa di negeri kita, Demokratis ide tersebut tak pernah lepas oleh Bung Karno, selalu di pegangnya teguh-teguh dan senantiasa di carikannya jalan untuk mewujudkannya. Mudah – mudahan “Lahirnya Pancasila” Ini dapat dijadikan Pedoman “Lahirnya Pancasila” ini dapat dijadikan pedoman bagi nusa dan bangsa dalam berusaha memperjuangkan dan menyempurnakan Kemerdekaan Negara.

Bagaimana kita memaknai hari lahirnya Pancasila di Masa COVID-19 ini ?

Bangsa Indonesia paham akan sejarahnya, sebagaimana Pahlawan mempertahan Negara ini, Memperjuangkan negara ini dengan penuh pengorbanan baik itu nyawa, tenaga maupun harta.
Disini pula  kita sebagai generasi penerus bertanggung jawab untuk  mempertahankannya , apa lagi di masa pendemi COVID-19 ini,kita dituntut betul untuk bisa mengatasinya dengan baik dan bijak. bagai mana kita harus bersikap, bertindak dan membantu Pemerintah.

Membangun bangsa  di Masa Pendemi COVID-19 ini, kalau kita kaitkan dengan lahirnya Pancasila bagaimana kita bisa memaknai setiap sila – sila yang ada  dalam Panca sila, bisa kita Integrasikan dalam kegiatan keseharian kita, menghadapi dan mengatasi Pendemi COVID-19. Penekanan yang paling ampuh adalah bekerja sama, kekompakkan dan saling membantu serta saling mengingat  satu dengan yang lain secara baik

Kita lihat dan kita baca apa saja himbaun dari Tim Pemberantasan COVID-19 dan Protokol Kesehatan atau Para Medis yang selalu menyaran dan mengarahkan pada kita untuk mengikuti aturan – aturan yang harus di jalan kan .

Hari Kesaktian Pancasila  tahun ini dapat kita jadikan memontum, bagai mana kita bekerja sama yang baik, untuk membantu pemerintah, supaya Virus Corona cepat habis dari  Bumi ini. Dengan tidak ada lagi Virus Corona kita bisa menjalankan aktifitas seperti bekerja, Sekolah dan beribadah dengan baik lagi.

Banyak himbauan yang di sampaikan pemerintah, diantaranya selalu berada dirumah, tidak kontak langsung dengan masa yang banyak ( berkumpul ), selalu menjaga kebersihan, tidak mudik lebaran dan lain – lain.

Semua yang di sampaikan oleh Pemerintah kita harus mengikuti dengan rasa iklas dan penuh rasa tanggung jawab, supaya apa ? supaya COVID-19 Cepat lari dari Bumi kita, dan kita bisa cepat mengahadapi kehidupan Normal seperti sedia kala.
Kalau kita sudah kompak menjalankan dan penuh rasa iklas apapun resikonya siap menerima, insha allah COVID-19 ini bisa berlalu dengan cepat.

Apa yang harus kita lakukan untuk  mengusir COVID-19 ?

Yang harus kita lakukan adalah: Kekompakan, kerja sama, dan Gotong royong
Kekompakkan adalah bagaimana kita menjalankan himbaun Pemerintah dan Protokol Kesehatan tentang mengatasi Wabah COVID-19 ini, kalau ini di jalankan dengan serentah semuanya patuh dalam  menjalankan, insha allah  wabah Virus Corona akan cepat selesai.  Seperti contoh ada daerah yang Menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini betul-betul di jalankan oleh masyarakat dengan taat dan penuh rasa iklas pastilah Wabah Virus Corona akan hilang  dengan cepat di Bumi kita.

Kerja samanya adalah saling bantu membantu memberi informaasi  baik itu tentang bahaya COVID-19, cara mengatasinya maupun cara yang lain yang kita anggap paling baik dan pas untuk di terapkan. Bagi yang terserang Virus Corona juga harus berani berterus terang dengan pemerintah atau tenaga medis untuk bisa di periksa dan di obati, supaya virus ini tidak menular dengan orang lain, bagi yang  tahu bahwa ada tetangga dan orang lain yang  kena virus corona juga harus berani melaporkannya dengan pihak yang berwenang.

Gotong Royong apa maksudnya, saling membantu memberi bantuan kepada sesama yang sedang membutuhkan pertolongan , bagi yang ekonomi  cukup dan lebih, bisa saling berbagi dengan orang  yang ekonomi tidak mampu dan yang mendapat imbas dari COVID-19 , contoh yang kehilangan pekerjaan dan  yang terserang wabah Corona.

Menumbuhkan sikap saling tolong menolong, saling membantu suka rela dan juga kekeluargaan, membina hubungan sosial yang baik dengan masyarakat sekitar. Menciptakan kebersamaan dan kasih sayang , mempererat tali persaudaraan. Sangat penting kita tumbuhkan di masa Pendemi Covid-19


Apa saja bantuan yang bisa kita berikan, bisa berupa sembako, obat – obatan, masker dan bisa juga dengan memberi motivasi   dan lain – lain yang menyangkut dengan kebutuhan mereka.

Wabah COVID-19 ini bisa menyerang siapa saja   kalau kita kurang kepedulian, terutama kurang peduli  terhadap kesehatan dan tidak mau mengindakkan himbauan Protokol Kesehatan.

Untuk mencegah Penyebaran virus Corona, mari kita lakukan:

1. Sering - sering mencuci tangan, dengan menggunakan sabun dan air mengalir
2. Hindari Menyentuh Area wajah, Virus ini menyerang tubuh melalui segi tiga wajah, seperti mata, mulut, dan hidung. 
3. Hindari Berjabat Tangan dan Berpelukan, tangan dan wajah bisa menjadi media penyebaran virus Corona
4. Jangan berbagi barang - barang Pribadi, virus corona mampu bertahan tiga hari, penting untuk tidak berbagi peralatan makanan, sedotan, handphone, dan sisir.
5. Etika - etika bersin dan batuk, tutup mulut ketika batuk dan bersin
6. Bersih perabotan dirumah, kebersihan lingkungan harus di jaga termasuk tubuh 


Kesimpulannya  di hari Lahirnya Pancasila ini mari kita, lahirkan pula semangat untuk mengusir COVID-19  dengan penuh Kekompakkan, Kerja sama yang baik dan Jiwa Gotong Royong, kita tanamkan betul- betul di hati kita.

Hidup Pancasila, mari kita  usir Virus Corona  dari Bumi kita,   semoga kita cepat keluar dari Krisis Pendemi  COVID-19 ini.

Terima kasih dari Penulis, mohon maaf kalau ada kata – kata yang kurang dan salah serta menyinggung para pembaca.


14 comments:

  1. Paragraf awal harus diedit lagi bu. Ada beberapa kalimat yg masih kurang hurufnya.

    ReplyDelete
  2. Isinya sdh bagus bu...mantab...tp maaf...bebrp kata krg huruf..trs ad bbrp penulisan kt depan yg tdk pas...trs penggunaan huruf kapital..kemudian ada kata/kalimat yg diulang..dll...mungkin mirsani EYD jih bu...contoh mudah-mudahan lahirnya Pancasila..dst...itu penulisannya diulang...dll..bu..maaf hnya hal2 kecil bu...tp gak bermaksud apa2...agar tulisan ibuk semakin cantik secantik penulisnya...terima kasih

    ReplyDelete
  3. Oh bagus.srn mhn diedit lg ada beberapa kalimat terulang di pararaf betikutnya

    ReplyDelete
  4. Luar biasa.. Saling berkunjung d blog tmn.. Bnyk manfaat..kita bs tau kkurangan kita.. Tetimakash.. Bpk ibu..

    ReplyDelete
  5. Alhamdulillah, secara umum sudah baik,terulah menulis dan bila perlu tambahkan bumbunya, terimakasih

    ReplyDelete
  6. Mantap.sesuai dengan judulnya... Bangun terus kreatifitas... Tingkatkan lagi...

    ReplyDelete