Friday, July 3, 2020

Strategi Pembelajaran di masa pendemi covid-19


                                 Ditulis oleh Rasita, Kepala SDN 16 Penarik


A.  Mengaju dengan Keputusan Mendikbud

Pendemi Covid-19 di Indonesia membuat Sekolah menghentikan proses Belajar Mengajar (KBM) dengan tatap muka. Sebagai gantinya adalah Pembelajaran dilakukan dengan Belajar Jarak Jauh (BJJ) atau Belajar Dari Rumah (BDR), Remote learning.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim juga berupaya membangun kerjasama dengan berbagai pihak yang fokus mengembangkan sistem pendidikan daring (dalam jaringan).

Penerapan pembelajaran daring ini menuntut kesiapan bagi kedua belah pihak, baik itu dari penyedia layanan pendidikan atau dari peserta didik sendiri. Bagaimanapun juga, pembelajaran secara daring dan jarak jauh membutuhkan bantuan teknologi yang mumpuni dan dapat diakses dengan mudah.
Kemendikbud telah mengatur kebijakan melalui Surat Edaran Nomor 4 tahun 2020 Kementerian Pendidikan yang memuat empat hal tersebut. Empat hal pokok yang di usung oleh Kemdikbud adalah:
Pertama adalah pembelajaran secara daring, baik secara interaktif maupun non interaktif. Hal ini perlu dilakukan meskipun tidak semua anak-anak dapat melakukan itu karena faktor infrastruktur. Dalam hal ini, kata Hamid, paling penting adalah pembelajaran harus terjadi meski di rumah.
Kedua adalah tenaga pengajar atau guru harus memberikan pendidikan kepada anak-anak tentang kecakapan hidup, yakni pendidikan yang bersifat kontekstual sesuai kondisi rumah masing-masing, terutama pengertian tentang Covid-19, mengenai karakteristik, cara menghindarinya dan bagaimana cara agar seseorang tidak terjangkit.
Ketiga adalah pembelajaran di rumah harus disesuaikan dengan minat dan kondisi masing-masing anak. "Jadi jangan disama-ratakan untuk semua anak, harus memperhatikan semua kondisi lingkungan anak-anak, termasuk akses terhadap internet," ujar Hamid.

Keempat adalah bagi para tenaga pengajar atau guru, tugas-tugas yang diberikan kepada siswa tidak harus dinilai seperti biasanya di Sekolah, akan tetapi penilaian lebih banyak kualitatif yang sifatnya memberi motivasi kepada anak-anak.
"Tanpa para guru harus memiliki target bahwa kurikulum harus tercapai. Bukan memindahkan sekolah di rumah, namun pilihlah materi-materi esensial yang perlu dilakukan oleh anak-anak di rumah," jelas Hamid dalam telekonferensi bersama para guru dan pegiat pendidikan di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Sabtu (2/5).
Selain itu, para murid juga mesti siap beradaptasi dengan perubahan pembelajaran yang diatur oleh sekolah. Remote learning dapat dipandang lebih bebas dan fleksibel diakses dari rumah. Kemudian, bagaimana strategi agar pembelajaran daring dan jarak jauh dapat dilakukan dengan efektif? Coba simak uraian di bawah ini.

1.   Tentukan Manajmen waktu

Atur waktu belajar dengan teratur. Kerjakan dengan fokus tugas yang dibebankan oleh guru. Hal ini lebih mudah dijalani jika pihak sekolah memberikan batasan jadwal akses daring kepada murid-muridnya. Hal ini akan berbeda jika penyedia layanan pendidikan memberikan fleksibilitas penuh kepada murid. Para siswa mesti mengatur sendiri jadwal belajar mereka.
Bagi orang-orang yang belum terbiasa belajar mandiri, biasanya akan mengerjakan tugas-tugas sekolah di menit-menit terakhir tenggat waktu yang ditetapkan. Oleh sebab itu, membiasakan diri untuk belajar dan mengerjakan tugas di awal waktu adalah keterampilan yang mesti ditanamkan kepada siswa yang melakukan remote learning.

2.   Persiapkan teknologi yang di butuhkan

Para murid harus mengetahui peralatan-peralatan apa saja yang dibutuhkan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh. Tidak semua sekolah sudah menyediakan layanan belajar daring yang memadai, oleh karenanya beberapa platform belajar daring dapat menjadi alternatif. Demikian juga perkakas teknologi seperti komputer, gawai pintar, atau tablet menjadi penting, dan terutama juga jaringan internet yang laik.
3.   Belajar Dengan Serius

Kesalahan yang sering dilakukan siswa, sebagaimana dilansir dari Psychology Today adalah tidak fokus ketika melakukan remote learning. Selama melakukan pembelajaran di internet, terdapat banyak sekali distraksi yang mengganggu proses pembelajaran. Godaan untuk menonton video, mengakses media sosial, hingga membaca-baca konten berita secara impulsif seringkali dilakukan tanpa rencana sebelumnya.

Oleh sebab itu, penting bagi siswa untuk berusaha fokus dan konsisten selama waktu belajar yang ditetapkan. Hindari segala macam distraksi yang berpotensi mengganggu proses belajar. Jika memungkinkan, tetapkan ruang khusus untuk belajar dan menjauhkan diri dari gangguan anggota keluarga yang lain.
4.   Jaga hubungan dengan Guru, orang tua dan Teman sekelas

Bagi yang belum terbiasa melakukan remote learning, ia harus menyesuaikan diri untuk terus visible dan berkomunikasi tanggap dengan guru, orang tua atau teman kelas lain. Jika dibutuhkan, perlu juga diadakan grup khusus untuk membahas tugas yang dibebankan pengajar. Kendati tidak harus dilakukan dengan tatap muka, komunikasi mesti terjalin dengan baik untuk menghindari kesalah pahaman.

Gunakan momen-momen semacam ini untuk mengasah keterampilan komunikasi daring yang dilakukan. Jika memang belum yakin dengan hasil tugas yang dikerjakan, segera hubungi guru . Lakukan sesegera mungkin untuk menunjukkan komitmen bahwa kita serius untuk belajar.
Kendati banyak siswa merasa kesulitan melakukan remote learning, jika sudah terbiasa, hal ini malah memberi kebebasan dan fleksibilitas tersendiri, yang tidak ditemui pada kegiatan belajar mengajar di ruang kelas. Di tengah penyebaran wabah Covid-19, pembelajaran daring semacam ini justru dapat menjadi alternatif jitu sebagai ganti pertemuan kelas atau pembelajaran tatap muka.

B.  Mengembangkan Perangkat Pembelajaran

1.    Mengeksplorasi dan menerapkan berbagai macam teori, pendekatan, dan prinsip desain pembelajaran, mungkin lebih bagus lagi  di integrasikan ke stuasi lingkungan siswa sekarang, guna menciptakan lingkungan belajar yang inovatif bagi peserta didiknya, oleh karena itu guru perlu melakukan refleksi secara terus menerus terhadap praktik pengajarannya, serta menerapkan dan mengembangkan model – model pelajaran  terkini seperti Flipped classroom, blended learning, dan pembelajaran daring. Menyederhanakan Perangkat pembelajaran dengan stuasi Pendemi Covid-19.

2.    Menyediakan pembelajaran yang berkualitas bagi peserta didiknya. Guru di tuntut senantiasa belajar daring dan dengan guru lainnya. Lebih jauh, guru juga harus tidak takut untuk menjelajah dan bereksprimen dengan metode – metode pembelajaran yang menjanjikan dan telah terbukti efektivitasnya sebagai upaya untuk memperbaiki praktik pengajarannya. Guru perlu terlibat atau banyak belajar dalam jejaring profesinya, baik lingkup lokal maupun global serta selalu memperbaharui pengetahuannya.

Kedua Roh diatas merdeka belajar pada dasarnya, mengingatkan pada guru – guru semangat pengabdian dengan mengedepankan rasa empati terhadap siswa dan selalu berdiskusi dengan orang tua siswa.

Desain Pembelajaran Jarak Jauh

Pembelajaran harus di rancang dengan matang supaya pembelajaran lebih optimal. Peran guru yang pertama adalah mengembangkan konten pembelajaran, baik yang secara daring maupun secara luring, karena kita melihat keadaan siswa, ada yang mampu dengan mengikuti pembelajarn Daring ada yang hanya mampu dengan pembelajaran secara luring. Justru itu guru harus mampu menentukan komponen – komponen konten pembelajaran jarak jauh (BJJ) dan mempertimbangkan konten – konten pembelajaran yang sudah ada, dan juga  mengembangkannya.

Pembelajaran daring penting dalam  pengembangan pembelajaran jarak jauh (BJJ). Guru juga harus sadar bahwa tujuan dari pada pembelajaran jarak jauh adalah untuk menggantikan pengalaman belajar tatap muka di kelas. Selain itu dengan pembelajaran jarak Jauh (BJJ), fasilitas guru kepada peserta didik akan berpusat kepada perangkat lunak dan aplikasi  - aplikasi daring. Jadi ketika pembelajaran berlangsung peserta didik juga dituntut bisa mandiri tidak hanya tergantung dengan guru saja.




5 comments: