Tuesday, July 7, 2020

Menghadapi siswa Baru Kelas I SD

Menghadapi siswa Baru Kelas 1 SD Tahun Baru di Masa Pendemi covid-19 


Ditulis oleh: Rasita, S.Pd. SD Kepala SDN 16 Penarik 

Mengaju dengan Keputusan Mendikbud 

Pendemi Covid-19 di Indonesia membuat Sekolah menghentikan proses Belajar Mengajar (KBM) dengan tatap muka. Sebagai gantinya adalah Pembelajaran dilakukan dengan Belajar Jarak Jauh (BJJ) atau Belajar Dari Rumah (BDR), Remote learning.

 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim juga berupaya membangun kerjasama dengan berbagai pihak yang fokus mengembangkan sistem pendidikan daring (dalam jaringan). 

Penerapan pembelajaran daring ini menuntut kesiapan bagi kedua belah pihak, baik itu dari penyedia layanan pendidikan atau dari peserta didik sendiri. Bagaimanapun juga, pembelajaran secara daring dan jarak jauh membutuhkan bantuan teknologi yang mumpuni dan dapat diakses dengan mudah. 

Kemendikbud telah mengatur kebijakan melalui Surat Edaran Nomor 4 tahun 2020 Kementerian Pendidikan yang memuat empat hal tersebut. Empat hal pokok yang di usung oleh Kemdikbud adalah: 

Pertama adalah pembelajaran secara daring, baik secara interaktif maupun non interaktif. Hal ini perlu dilakukan meskipun tidak semua anak-anak dapat melakukan itu karena faktor infrastruktur. Dalam hal ini, kata Hamid, paling penting adalah pembelajaran harus terjadi meski di rumah. 

Kedua adalah tenaga pengajar atau guru harus memberikan pendidikan kepada anak-anak tentang kecakapan hidup, yakni pendidikan yang bersifat kontekstual sesuai kondisi rumah masing-masing, terutama pengertian tentang Covid-19, mengenai karakteristik, cara menghindarinya dan bagaimana cara agar seseorang tidak terjangkit. 

Ketiga adalah pembelajaran di rumah harus disesuaikan dengan minat dan kondisi masing-masing anak. "Jadi jangan disama-ratakan untuk semua anak, harus memperhatikan semua kondisi lingkungan anak-anak, termasuk akses terhadap internet," ujar Hamid. 

Keempat adalah bagi para tenaga pengajar atau guru, tugas-tugas yang diberikan kepada siswa tidak harus dinilai seperti biasanya di Sekolah, akan tetapi penilaian lebih banyak kualitatif yang sifatnya memberi motivasi kepada anak-anak.

 "Tanpa para guru harus memiliki target bahwa kurikulum harus tercapai. Bukan memindahkan sekolah di rumah, namun pilihlah materi-materi esensial yang perlu dilakukan oleh anak-anak di rumah," jelas Hamid dalam telekonferensi bersama para guru dan pegiat pendidikan di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Sabtu (2/5). 

Selain itu, para murid juga mesti siap beradaptasi dengan perubahan pembelajaran yang diatur oleh sekolah. Remote learning dapat dipandang lebih bebas dan fleksibel diakses dari rumah. Kemudian, bagaimana strategi agar pembelajaran daring dan jarak jauh dapat dilakukan dengan efektif? Coba simak uraian di bawah ini. 

Keadaan darurat Kesehatan dalam Pendemi covid-19 telah menciptakan suasana yang berbeda dari hari biasa. Yang mana kita harus mejaga kesehatan, menjaga jarak dalam intreaksi sosial (social distancing), karantina dan isolasi. 

Supaya Individu retan tidak akan kena virus, upaya tersebut dilakukan salah satunya, dengan tujuan agar system perawatan kesehatan tidak kewalahan akibat meningkatnya pasien yang harus dilayani. 

Menjelang awal tahun ajaran baru 13 Juli 2020 mendatang, sejumlah kepala sekolah, guru dan wali murid merasa kuatir dengan perkembangan akademik para siswa setelah di terapkannya Belajar Jarak Jauh (BJJ) atau Belajar Dari Rumah (BDR). 

Bagaimana dengan Kelas 1 SD sebagai siswa baru, yang baru pertama berada di Sekolah Dasar. Selama ini berada Di TK atau Paud cara belajar masih banyak bermain, lain dengan Sekolah Dasar. 

Siswa Kelas satu kadang ada yang belum bisa membaca, belum bisa menulis, dan belum bisa berhitung, inilah yang sangat perlu perhatian khusus oleh guru. 

Tentu harus di tuntun dengan sabar, ramah dan penuh belaian kasih sayang. Siswa yang belum bisa membaca, menulis dan berhitung, kita harus tau bahwa mereka ini bukan sekedar bisa menyebut hurup saja, seperti contoh kita dengar kadang - kadang disuruh anak menyebut hurup mereka bisa a,b,c,d dstnya…………… tetapi ketika kita minta dia menulis mana hurup yang disebut atau di tanya seperti apa bentuk hurup yang di sebut tadi, kadang mereka tidak tau dan tidak bisa membedakannya. Disinilah pentingnya peran guru ada disamping mereka. Guru itu Mengajar, membimbing dan mendidik. 

Guru mengajar pada siswa yang belum bisa membaca, menulis dan menghitung, akan berpedoman dengan siswa yaitu: “Tau membacanya, tau bentuk hurupnya dan tau menulisnya”. Apabila ini sudah klop berarti siswa sudah bisa dimulai untuk belajar mengeja dan membaca kata atau kalimat. 

Bagaimana perkenalan dengan siswa baru ? 

Memang terasa sulit kalau di pikir, serasa makan sibuah mala kama, kalau di kerjakan mati ibu dan tidak di kerjakan mati ayah, ya allah sikap apa yang pantas diambil oleh guru? Sementara kita ingin mencerdaskan anak bangsa dan sementara siswa ingin menjadi anak pintar dan berguna untuk bangsa. 

Siswa baru adalah siswa yang belum mengenal lingkungan sekolah, belum mengenal guru dan belum mengenal program sekolah. Sebaliknya gurupun juga demikian belum tau wajah siswa, krakter siswa dan kemampuan belajar siswa, mungkinkah hal ini bisa belajar jarak jauh untuk mengetahuinya? 

Kalau kita berlakukan Belajar tatap muka, kesehatan akan mengancam siswa dan guru. Oleh sebab itu perlu mencari jalan tengah, siswa dan guru aman dari ancaman kesehatan. 

Belajar tetap berjalan dengan baik dan maksimal. Tentu kita harus melihat stuasi dan kondisi siswa dengan perlu Pemetaan keadaan siswa terlebih dahulu. 

FORMAT PEMETAAN KEADAAN KEMAMPUAN SISWA MEMPUNYAI DAN MENGGUNAKAN IT DI SDN 16 PENARIK KELAS 1 TAHUN AJARAN 2020/2021

 

NO

NAMA

SARANA IT YANG DIGUNAKAN

KEMAMPUAN ORANG TUA MENGGUNAKAN SARANA IT

EKONOMI ORANG TUA

KEMAMPUAN ORANG TUA MEMBIMBING ANAK BELAJAR

Keterangan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Hasil Pendataan ini bisa menjadi ajuan guru untuk menerapkan pembelajaran sistim apa yang lebih tepat untuk di berikan pada siswanya. Bagai mana kita mengisi datanya atau pemetaanya tentu memanggil orang tua siswa kesekolah.

 

Melalui perkenalan dengan orang tua siswa, sistimnya mengundang setiap hari lima orang siswa dengan di damping orang tua dan mengaju protokol kesehatan. Disaat inilah kita mensosialisasikan program sekolah sambil mendata keaadaan siswa. Setelah pemetaan selesai, guru membuat langkah berikutnya

 

Bagaimana strategi Pembelajarannya ?

Membuat Program kegiatan guru dengan mengaju pada hasil Pemetaan keadaan siswa, mana yang perlu diberi  pelajaran secara Daring dan mana yang perlu di beri pelajaran secara Luring, buatlah tabelnya dan lengkap dengan waktunya.

 

PROGRAM KEGIATAN GURU SELAMA PEMBELAJARAN DARING DAN LURING SDN 16 PENARIK TAHUN AJARAN 2020/2021


No

Hari

Waktu

Uraian kegiatan

Keterangan

 

1

Senin

7.15 – 8.00

Pembersihan lingkungan Sekolah/ Piket

Daftar Piket disiapkan

 

 

8.00 – 10.00

Proses Pembelajaran, Pemberian tugas dengan siswa dan mengoreksi hasil tugas siswa sistim Daring

 

 

 

10.00 – 12.00

Membuat Perangkat Pembelajaran dan mempersiapkan bahan pembelajaran

Semua Guru membawa Laptop

Dengan mengajua protocol kesehatan

 

 

12.00 – 13.00

Istirahat

 

 

 

13.00 – 14.00

Diskusi/ Evaluasi  Hasil Kegiatan hari kemaren

 

 

 

 

 

 

2

Selasa

7.15 – 8.00

Pembersihan lingkungan sekolah/ Piket

 

 

 

8.00 – 10.00

Proses Pembelajaran, Pemberian tugas dengan siswa dan mengoreksi hasil tugas siswa  sistim Daring

Semua Guru membawa Laptop

 

 

10.00 – 12.00

Membuat Perangkat Pembelajaran dan mempersiapkan bahan pembelajaran

 

 

 

12.00 – 13.00

Istirahat

 

 

 

13.00 – 14.00

Diskusi/ Evaluasi  Hasil Kegiatan hari kemaren

 

 

 

 

 

 

3

Rabu

7.15 – 8.00

Pembersihan lingkungan Sekolah / Piket

 

 

 

8.00 – 10.00

Proses Pembelajaran, Pemberian tugas dengan siswa dan mengoreksi hasil tugas Siswa sistim Daring

Semua Guru membawa Laptop

 

 

10.00 – 12.00

a. Peningkatan Profesional guru (Warshop, Pelatihan sederhana atau sosialisasi tentang pembelajaran Daring dan cara penggunaan IT terutama aplikasi yang mempermudah guru dan siswa memberi dan menerima pembelajaran)

 

 

b.  Menyusun Laporan Kegiatan, dilaksanakan  pada minggu terakhir setiap bulan

1.      Di Pandu oleh Kepala Sekolah/ Pengawas

2.       Guru dan staf membawa Laptop

 

3.      Melaporkan hasil kegiatan setiap akhir Bulan

 

4.      Dengan mengajua protocol kesehatan

 

 

12.00 – 13.00

Istirahat

 

 

 

13.00 – 14.00

Diskusi/ Evaluasi  Hasil Kegiatan hari kemaren

 

 

 

 

 

 

4

Kamis

7.15 – 8.00

Pembersihan lingkungan sekolah/ Piket

 

 

 

8.00 – 10.00

1. Proses Pembelajaran, Pemberian tugas dengan siswa dan mengoreksi hasil Tugas Siswa sistim Daring

 

 

Semua Guru membawa Laptop

 

 

10.30 – 12.00

2. Proses Pembelajaran dan  Pemberian tugas yang baru pada siswa  sistim Luring

Siswa yang datang ke sekolah/guru yang datang kerumah siswa

Dengan mengajua protocol kesehatan

 

 

12.00 – 13.00

Istirahat

 

 

 

13.00 – 14.00

Diskusi/ Evaluasi  Hasil Kegiatan hari kemaren

 

 

 

 

 

 

5

Jum’at

7.15 – 8.00

Pembersihan lingkungan/ Piket

 

 

 

8.00 – 10.00

Proses Pembelajaran, Pemberian tugas dengan siswa dan mengoreksi hasil tugas siswa sistim Daring

 

Semua Guru membawa Laptop

 

 

10.30 – 11.30

Menerima tugas dan menilai tugas  siswa  kemaren sistim Luring

Siswa yang datang ke sekolah/guru yang datang kerumah siswa

Dengan mengajua protocol kesehatan

 

 

Penarik, 18 Juni 2020

Kepala Sekolah

 

RASITA,S.Pd.SD

Nip,196801141989032001


1 comment: