Monday, April 27, 2020

Menulis dan membuat buku di Gital


Menulis dan membuat buku di gital


Resume pertemuan ke 15 belajar menulis  online gelombang ke 8
Bersama nara sumber Bapak Onno w Purbo dan di pandu oleh Om jay pada hari senin tanggal 27 April 2020 pada pukul 13.00 – 15.00.

Data nara sumber adalah Nama Onno W Purbo dilahirkan di Bandung Jawa Barat, 17 Agustus 1962. Beliau adalah seorang tokoh dan pakar di bidang Teknologi informasi, pak Onno juga sebagai Penulis, pendidik dan Pembicara di seminar.
Sebagai pakar teknologi Onno hanya menggunakan netbook dan telepon seluler Android merek local. Pada tahun 2013 ia bergabung sebagai dosen di Surya Universiti. Ia juga aktif menulis di bidang teknologi informasi,media,seminar,konferensi nasional dan di percaya copyleft (sumber terbuka). Tulisannya banyak di publikasinya di internet secara gratis.

Menulis dan cara membuat buku di gital atau elektronik yang sering kita kenal dengan istilah e-ebook mulai dikerjakannya oleh akademisi, penulis dan penerbit buku.untuk buku teks dalam bentuk yang nyata (fisik) bukan berarti ditinggalkannya. Banyak juga penulis yang sebenarya menerbitkan buku ke penerbit buku dalam dua bentuk, yaitu elektronik dan fisik.

Biasanya menjadi masalah besar dalam menulis buku adalah mencari kata-kata, topik dan jenis buku yang laris atau laku. Untuk menghasil karya tulis apa saja yang kita persiapkan adalah awalnya membaca, banyaklah kita membaca buku, kemudahan menulis akan datang dengan kita  kemudian dalam menulis jangan lupa menggunakan rumus 5W+1H (what,where,when,who,why dan how).

Pertama, Untuk mencari topik supaya buku kita laris adalah memilih topik, mencari tahu keinginanan pembaca dan mencari tahu minat pembaca. Ketiga hal ini bisa kita cari lewat ngobrol, bercakap-cakap dengan orang lain, bisa kita tanyakan mereka senang dengan cerita apa atau tertarik dengan cerita apa, apalagi kita seorang guru sangat mudah mencari topik karena kita sehari-hari bisa memantau kesukaan siswa membaca buku apa yang di senangi atau bisa bertanya langsung dengan mereka .

Kedua, Teknik sederhana menulis buku adalah dengan mentercemahkan dokumen-dokumen bahasa asing, contohnya buku berbahasa inggris; dikumpulkan menjadi satu dokumen, kemudian jadikan prograf baru dengan bahasa dan kata- kata kita sendiri yang lebih enak di baca dan di pahami. Jadi dengan arti kata gabungan beberapa buku tadi menjadi sebuah buku baru, kemudian buku ini bisa kita masukkan sebagai refernsi, namun perlu kita ingat bukan terjemahan lagi, ini adalah merupakan salah satu menulis sederhana, tanpa mengarang kata-kata sendiri, sebagai Dosen pak Onno sering memberi tugas dengan siswa menulis buku, mereka menulis buku dengan topik apa yang sedang dikuliahkan, untuk memudahkan penulisan mereka di beri kesempatan ke pustakaan di gital milik bapak Onno. Dalam di gital library tersedia beragam jenis buku, salah satu cara interaksi dengan orang banyak menggunakan media social, seperti twitter,facebook, atau instagram dll.

Ketiga, untuk bisa menulis biasakan mencatat, atau membangun kebiasaan mencatat, contoh mencatat apa saja setiap hari yang kita anggap penting suatu saat nanti bisa menjadi tulisan. Ini merupakan salah satu kunci yang paling penting dalam menulis. Kalau menulis di wiki, memberi manfaat tersendiri, contohnya mencari topic tertentu, tinggal ketik di menu search kemudian enter, langsung ketemu, jadi menulisnya bentuk digital atau elektronik, hasil tulisannya di baca semua orang.

Menulis ilmiah di jurnal, yang perlu diperhatikan adalah penulisan referensi yang berbahasa Indonesia, ini sulit di terbitkan di jurnal internasioanl. Harusnya memakai bahasa inggris. Dalam menggunakan referensi berbahasa Asing, kita bisa menggunakan google scholar, tinggal ketik di web search menu http://scholar.google.com. Cara mencari referensi yang berkualitas berbahasa Asing cukup kiat klik google scholar, masukkan kata kuncinya, akan muncul file-file yang kita butuhkan, tinggal klik kekanan dan cite. Namun kita harus membaca abstrak tulisannya dulu apakah sesuai dengan paper kita yang di butuhkan.

Untuk menerbitkan buku, yang harus di persiapkan adalah:
1.       Halaman judul
2.       Kata pengantar, bisa ditulis lebih dari satu orang, bisa kepala sekolah atau tokoh yang lain.
3.       Daftar isi
4.       Materi lengkap, boleh di tambah gambar , gambar bagusnya hitam putih
5.       Tentang penulis buat versi pendek
6.       Daftar pustaka
7.       Sinopsis, yaitu kisah tentang penulis.

Untuk naskah dibuat sederhana saja dalam bentuk ms word. Sekedar tambahan informasi untuk penulis, biasanya penerbit Andi Offset melakukkan layout sendiri terhadap buku. Sementara alex Media Kamputindo. Biasanya meminta penulis untuk layout sendiri supaya mereka tinggal mencetak. Penerbit-penerbit kalau menerbit buku bukan karena berkualitas, tapi karena bukunya bisa terjual laris , berarti kita harus menulis buku yang bisa terjual, kalau buku yang kita tulis untuk pegangan siswa penerbit akan senang, terutama buku pegangan SD karena jaminannya adalah pembeli banyak. Beruntunglah penulis yang menulis buku pegangan Sekolah Dasar.

Penerbit ANDI Offset dan Elex Media Komputindo royaltinya 5-10%. Jadi peluang besar ada di guru-guru SD yang jadi Penulis, karena murid SD jumlahnya banyak sekali. Artinya royalty bisa dijamin baik.

Buku di Gital kalau mau mencetak cukup sederhana, tinggal save As PDF saja file wordnya atau print As PDF, buku digital bentuk PDF cukup sampai disitu sudah jadi buku di gital. Kemudian diupload ke website atau di sebar di whassApp.

Untuk memudahkan menyakinkan penerbit mencetak buku adalah apabila banyak follower dimedsos, penerbit yakin pembacanya banyak tentu bukunya akan laris. Kemudian cover buku juga berperan banyak dalam penjualan, penerbit ANDI offset biasanya merancang cover buku, penulis hanya menyiapkan materi.

Penulisan buku bisa menggunakan Ms word di windows atau libreoffice writer di linux.
Buku digital bisa ber-ISBN. ISBN bisa dikeluarkan darisekolah, tidak hanya dari penerbit, caranya sekolah regues dan mengisi formulir di http://sbn.perpusnas.go.id. Maksudnya sekolah bisa jadi penerbit. Tidak harus jadi penerbit sungguhan, nanti perpusnas akan mengeluarkan izin agar sekolah mengeluarkan ISBN. Namun setiap kali mengeluarkan ISBN, sekolah harus mengajukan buku ke perpusnas untuk di berikan ISBN.

Yang memiliki konten copyright (hak cipta). Disarankan jangan di gunakan semabarangan karena bisa bermuara keranah hukum, sebaiknyanya menggunakan konten yang berbasis kreatif commons license creative. Commons menyediakan karya kreatif yang tersedia untuk orang lain secara legal supaya dapat di bagikan secara luas dan bisa dicek dan digunakan di http://creativecommns.org .

Demikianlah rangkuman saya semoga bisa di pahami dan dan dibaca untuk yang membutuhkan, terima kasih nara sumber dan pembimbing.

Oleh Rasita Bengkulu.

Thursday, April 23, 2020

TriK Memasar Buku



Pertemuan ke 14

Trik memasar Buku

Cita-cita ingin mempunyai buku hasil karya sendiri sangatlah  besar apa lagi bukunya bisa di pasarkan dengan baik dan lancar,  berarti saya bisa berbagi ilmu dengan masyarakat.  Saya berusaha belajar lewat online kebetulan saya masuk dalam sebuah group belajar menulis PGRI yang dimimpin oleh Om Jay. Saya berusaha mengikuti setiap jadwal atau hadir setiap pertemuan.

Dimalam ini tepatnya hari kamis 23 april 2020, kita mengikuti bagai mana teknik  memasarkan  buku bersama nara sumber :

Buku merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan dan sarana utama bagi proses pembelajaran serta sarana  penyampaian informasi. Sejak usia dini, anak – anak telah diperkenalkan pada buku dan diajarkan untuk membaca beraneka ragam terbitan buku.

Dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang cerdas dengan minat baca yang tinggi khususnya anak-anak, pemerintah mendorong kegiatan membaca sebagai wujud dukungan dan tindakan nyata dalam membangun budaya membaca sejak dini dan juga menggalakkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Dukungan pemerintah terhadap budaya membaca buku dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap buku, terutama untuk anak didik saya. 


Strategi pemasaran penjualan buku sangat dipengaruhi oleh banyak aspek dan unik. Kenapa demikian  hal ini dapat dilihat dari jenis – jenis buku yang di terbitkan. Jenis – jenis buku yang di terbitkan tersebut dikelompokan menjadi katagori buku. Salah satu contoh Penerbit ANDI Offset menerbitkan buku cukup banyak katagori produk yaitu ada 32 katagori produk buku ( Katagori buku Anak, buku Bisnis, Buku Pertanian, Buku Fiksi - Novel, Buku Pengembangan Diri, Buku Teks , dll ).
Dari jenis – jenis katagori buku tersebut disinilah kita akan melakukan pemetaan berdasarkan segmentasi jenis katagori buku yang diterbitkan. Pada umumnya kegiatan pemasaran buku berkaitan dengan berkoordinasi beberapa kegiatan bisnis. Sehingga strategi pemasaran pada umumnya di pengaruhi oleh faktor yang meliputi:

a.       Pemasaran buku lewat Online
Saat ini yang sedang ngetren dan gencar di dunia maya yaitu Strategi Pemasaran yang banyak di pakai oleh setiap orang yang sudah mengerti teknologi internet yaitu berpromosi lewat Online melalui website dan media sosial lainya. Kalau kita sudah mempunyai produk buku yang jenis katagorinya banyak maka langkah awal kita harus buat website.  Katakanlah website merupakan markas besar untuk sebuah bisnis penjualan buku. Dengan mempunyai website ini kita dapat merencanakan promosi dalam melancarkan penjualan buku. Dan website tersebut akan banyak kita isi produk, harga, promosi, layanan, alamat, testimoni, dan lain sebagainya.
Untuk penjualan buku lewat Online ini kita harus terus proaktive untuk terus promosi , supaya kita dapat :
- Menyebarkan informasi produk secara masif kepada target pasar potensial
- Mendapatkan konsumen baru dan mempertahankan yang sudah setia dan terjaga.
- Menjaga kestabilan saat kondisi pasar lagi lesu
- Menaikan penjualan dan profit
- Membandingkan ke unggulan produk di bandingkan dengan pesaing.
- Membentuk citra produk di mata konsumen 
- Mengubah persepsi dan pendapat konsumen.
    
b. Pemasaran Buku Lewat Komunitas
Kita tentunya punya komunitas masing – masing sesuai dengan kapasitas kita untuk membentuk komunitas dan relasi , maka gunakanlah jaringan komunitas kita untuk sarana promosi dan penjualan buku . Penjualan lewat komunitas  akan lebih efektive dan efisien sehingga tingkat keberhasilan nya lebih tinggi penjualan buku yang kita tawarkan. Kuncinya kita harus proaktive komunikasi dan interaksi dengan komunitas serta dapat menjaga integritas pribadi kita.


A.      Strategi pemasaran buku serangan Darat

1.       Toko Buku
Penerbit Buku yang mampu memproduksi sendiri dan mempunyai mesin percetakan sendiri , sebagian besar sebagai pemasok Toko buku di Indonesia. Untuk bisa masuk dan sebagai pemasok rutin di toko buku maka  kita perlu pemetaan jenis toko buku. Toko buku ini kita petakan menjadi tiga jenis yaitu Toko Buku Modern, Toko Buku Semi Modern, dan Toko Buku Tradisional. 
Contoh toko buku modern yaitu Gramedia Books Store, Gunung Agung Books Store dan TogaMas Books Store. Toko Modern ini mempunyai sistem transaksi mengikuti perkembangan teknologi yang dapat dikendalikan dengan sistem centralisasi dan sebagainya.
Adapun toko buku semi modern biasanya masih dikendalikan dan mengunakan sistem administasi penjualan per toko . Sedangakan Toko Tradisional biasanya sistem transaksinya masih manual .
Untuk itu saluran toko buku tersebut di atas masih dijadikan jalur distribusi oleh para Penerbit buku dengan sistem titip jual / konsinyasi, kecuali toko buku tradisional diberlakukan kredit dan jual putus.
Strategi Promosi di toko buku Modern ada berbagai macam cara yang perlu kita lakukan , antara lain :
- Menguasai display buku,supaya tampilan buku dapat terlihat dan menonjol.
- Mengadakan promosi di internal toko dengan memasang produk di Neon Box,X Bonner.
- Mengadakan Bedah Buku, Talkshow, dan potongan harga pada buku tertentu.
- Mengadakan event tematik sesuai momen bulan berjualan.
- Promosi di toko buku moderen.
        


2.  Directselling

Pemasaran Buku melalui Direkselling ini kita petakan berdasarkan jenis katagori buku yang kita terbitkan . Jenis Katagori buku penjualan lewat Directselling ini kita bagi menjadi beberapa target pasar yaitu :
- Buku Pendidikan ( buku utama, Pendamping, dan Literasi ).
- Buku teks Perguruan tinggi.
- Buku Referensi

Dengan pemetaan jenis katagori tersebut diatas maka kami sebagai Industri Penerbitan buku melakukan terobosan pemasaran dengan menempatkan tenaga penjual (Sales) .
Tugas Tenaga Penjual / sales tersebut kita beri tanggungjawab target sesuai maping areanya masing – masing yang bertugas :
- Kunjngan langsung ketiap sekolah
- Kunjungan langsung ke setiap Kampus
- Kunjungan langsung ke setiap perpustakan.
- Kunjungan langsung tersebut harapan dapat berinteraksi dengan membangun
  hubungan yang baik dengan pihak internal sekolah, Kampus, Perpustakaan dll.


3.  Melakukan Event – Event

Aktive dalam melakukan event – event  seperti event Pameran buku, dalam seminar, workshop, Tryout, dan sebagainya.


Untuk jadi catatan kita adalah: Banyak penulis setelah menerbitkan bukunya berakhir tragis. Bukunya tidak laku dijual dan akhirnya di obral sebab mereka tak punya strategi pemasaran buku secara jitu dan tak mau belajar tentang pentingnya marketing untuk buku.

Demikian Rangkuman yang dapat saya buat,mudah-mudahan cita-cita menerbitkan buku bisa terialisasi dengan baik. Terima kasih kepada nara sumber pak Agus dan pak Om jay yang memmandu acaranya.

Oleh Rasita 
Kepala SDN 16 Penarik

Wednesday, April 22, 2020

Menulis dan Menerbit Buku

Resume Pertemuan ke 14 : Menulis dan Menerbit Buku di Penerbit Andi Yokyakarta

Oleh Rasita

Bersama Nara sumber Edi S. Mulya,S.Si.M,T bekerja di CV, Singkat sebagai Publishing Consultant Andi Publisher.

Pada Hari Rabu, 22 April 2020 pukul 19.21, ini kata om jay bahwa materi nanti malam akan di sampaikan oleh pak Edi S. Mulyana, om jay memberi kepercayaan pada Mr, Bams untuk memimpin jalannya perkuliahan. Materi di mulai yang di pimpin oleh Mr Bams, Mr Bams mempersilakan nara sumber untuk memulai materinya.

Kata pak Edi, setiap penerbit telah di percayakan ISBN dari perpustakaan nasional, sebagai penananda setiap penerbit, dan dinaungi IKAPI sebagai lembaga yang di tunjuk pemerintah untuk mewadahi setiap penerbit diluar penerbit kampus.  Penerbit di bawah IKAPI secara alamiah memilih jalur masing-masing sesuai passionnya dalam menerbitkan buku.

Kita Sebagai penulis, sebaiknya memahami ciri khas terbitan setiap penerbit. Tentunya bertujuan agar tulisannya sesuai dengan misi penerbit tersebut. Walaupun ada penerbit yang dapat menerbitkan segala tema di setiap terbitannya.

Penulis, dapat mengirimkan usulan dan proposal terlebih dahulu untuk menjajaki apakah jalur tulisannya sudah sesuai dengan visi dan misi penerbitan atau belum. Hal ini untuk menghemat waktu dan biaya dalam memersiapkan tulisannya.

Setiap penerbit, mempunyai SOP dalam memilah, memilih tulisan untuk dijadikan komoditas industri, dengan tujuan utama tentunya adalah terbitannya dapat terserap di pasar dengan cepat.

Penerbit mempunyai peta pasar yang dia rekam dari outlet2 nya, sehingga instink penerbitan yang telah lama bergelut di bidangnya akan semakin terasa. Dari melihat judul, outline, dan siapa penulis, terkadang penerbit dapat memproyeksikan pasar buku yang menjadi sasarannya

Kunci pertama bagi penulis adalah pemilihan judul yang baik, pasar sasaran yang akan dituju, kemudian lakukan sedikit riset pesaing, sehingga dapat dengan gamblang ditawarkan ke penerbit

Apalagi tema yang ditulis tersebut ternyata tema yang baru, perlu tambahan data riset kecil yang tidak gampang untuk mempengaruhi penerbit.

Penerbit lebih cenderung mencari tema yang secara data pemasaran sudah ada, sehingga gamblang dalam membiayai penerbitannya dengan risiko yang semakin kecil untuk tidak terserap di pasar.

Kirimkan ke beberapa penerbit, apabila penulis belum berpengalaman bekerjasama dengan penerbit. Penerbit akan menyeleksi tulisan, dengan beberapa pertimbangan. Paling banyak porsi pemasaran sebagai pertimbangan utamanya. Berikan sedikit penjelasan pasar sasaran, dengan data-data angka akan lebih menarik.

Sebagai contoh, saat ini buku yang sangat dicari adalah buku tentang Covid-19. Cari secepatnya apa, bagaimana, virus tersebut. Apakah buku yang kita tulis betul-betul mempunyai manfaat pada pembaca. Pesaing buku apakah sudah ada apa belum. Penulis perintis pertama biasanya dapat menikmati pasar awal yang cukup menarik. Biasanya tulisan pertama memunyai kualitas yang belum baik, akan tetapi mengejar momen yang cukup  bagus. Penulis follower biasanya mempunyai penyajian materi yang lebih baik  akan tetapi terkadang menikmati pasar sisa dari para penulis perintis.

 Penulis perintis effort awal lebih banyak, dan terkadang mempunyai risiko tidak laku juga besar. Penerbit akan sangat tergantung dari tawaran awal dalam proposal dalam menentukan penerbitannya. Poposal buku akan semakin sempurnya, jika penulis telah melakukan proses tulisan bukunya minimal 50% dari rencana keseluruhan. Supaya proses penyelesaian tulisannya tidak terlalu lama. Penerbit biasanya memberikan waktu yang beragam untuk menyelesaikan tulisan tersebut.

Banyak penulis yang menebar proposal banyak, akan tetapi finishing tulisannya lambat. Hal ini akan menghambat proses produksi bukunya, sehingga terkadang penerbit akan memilih tulisan yang lebih dahulu selesai. Hal inilah diperlukan manajemen waktu penyelesaian tulisan penulis, supaya dapat segera diproses di penerbitannya. Proses penerbitan cuku panjang waktunya, dari administrasi penerbitan awal, editing, setting layout, desain c over, dan proses produksi. Tanpa ada antrian proses penerbitan buku memakan waktu antara 2 minggu hingga 1 bulan paling lama.

Yang membuat lama adalah proses antrian, baik dari sisi penulis maupun beberapa bagian di penerbit.

Pada proses administrasi penerbitan, yang perlu dipersiapkan adalah: Kelengkapan naskah, dari Judul-Sub Judul, Nama Pengarang, Kata Pengantar, Prakata, Daftar Isi, Bab, hingga Sinopsis. Penulis harus jeli melengkapi hal demikian, karena biasanya sebelum lengkap, proses selanjutnya tidak akan dijalankan. Proses editing, akan terbantukan dengan pengetahuan ejaan, pemilihan kata, kalimat, paragraf hingga hirarki bab yang baik dari penulis.  Kelemahan penulis biasanya tidak clear saat menentukan hirarki bab, paragraf, kalimat, kata, dan pemilihan fontasi.

Editor akan membantu hal tersebut, akan tetapi apabila penulis telah menata dengan baik, maka kerja editor akan lebih fokus ke dalam bagaimana memilih efektifan kalimat, dan struktur bab yang baik. Setting layout juga mempunyai peranan yang penting, karena menentukan ukuran buku, jumlah halaman, dan keindahan halaman per halaman. Titik krusial ada di sini, karena dengan pengaturan halaman yang baik, makan harga buku akan dapat efektif di tentukan.

Harga buku yang menarik, akan cukup memengaruhi pembeli dalam memutuskan akan menikmati buku tersebut atau meninggalkannya.

Desain cover, juga memunyai peranan strategis dalam sebuah buku. Apalagi tipikan pembeli buku di Indonesia adalah didasarkan dari keindahan dan seberapa menarik cover buku.

Tipikan pembaca buku di indonesia adalah, sight seeing, sehingga cover sangat penting sekali dalam pemasaran buku. Setiap penerbit mempunyai data juga bagai mana cover yang menarik, dan terbukti mendongkrak pemasaran.  Saat proofing, penulis sebaiknya memberikan beberapa perbaikan ide untuk lebih memperkuat pasar buku yang ditulisnya.

Kerjasama yang baik dari penulis, dan pengetahuan data dari penerbit akan dapat menentukan keberhasilan tulisan untuk terserap di pasar. Akan tetapi dari pengalaman kami, tidak ada buku Best seller di Indonesia,terkadang karena karunia semata, jadi jangan takut menawarkan tulisan kita kepenerbit, karena pada dasarnya penerbit juga trial and error dalam menerbitkan bukunya. Hanya pengalaman, dan instuisi terkadang membantu untuk menghindari kerugian akibat terbitannya tidak laku di pasar.

Contoh yang menjadi prioritas pertama dalam menulis buku adalah : Peristiwa, hal ini tidak sengaja menemukan tulisan tentang virus, saat corona di Wuhan bulan Desember 2019 dan januari 2020,  ada penulis kami yang telah melakukan riset tersebut. Dan buku kami yang best seller saat ini adalah buku Covid-19, walaupun tulisannya kualitasnya belum begitu sempurna.

Buku Laskar Pelangi, adalah buku terlaris di Indonesia, timing yang tepa t saat itu adalah adanya muktamar Muhammadiyah, dan buku itu meledak luar biasa dari mulut kemulut  awalnya, word of mout, ingat Muhammadiyah umat yang luar biasa, inilah awal targetnya buku ini.

Demikianlah rangkuman materi saya mala mini, semoga saya bisa menjadi penulis yang baik dan bukunya nanti bisa di terbitkan.
Terima kasih juga pada nara sumber pak Edi, Om Jay dan Mr Bams sebagai pembimbing 

Pembelajaran Daring yang Ideal

Resume Pertemuan 13  “ Pembeljaran  Daring yang Ideal “
Belajar Menulis bersama Om Jay di Gelombang 8 Online

Oleh Rasita


Bersama Nara Sumber Wijaya Kusuma Blogger  terkenal dan Sekjen Guru TIK PB PGRI

Pada hari selasa tanggal 21 April 2020 pukul 19.21 dimulainya pembelajaran,yang mala mini adalah perkuliahan lewat Zoom yang di hadiri oleh 49 orang dari masing-masing daerah. Om jay menyapa peserta dan meminta peserta untuk memperkenalkan diri yang mana selama ini belajar tanpa kenal dengan wajah,hanya lewat wa group.

Beliau Pemenang buku Inobel 2017,kata beliau “jangan menunggu Ide datang baru menulis, menulislah dulu dulu Ide akan datang pada mu.” Menurut Budiman Hakim.
Mulailah membuat buku-buku di gital, jangan samapi kita ketinggalan sekarang dunia sudah berobah kemajuan teknologi begitu cepat.

Dulu kita terbiasa cara belajar  didunia nyata,seperti dikumpulkan, kita pelatihan,warshop,Bimtek atau diklat.tapi sekarang kita biasakan belajar lewat jarak jauh yaitu melalui di gital ini sangat ideal sekali mudah.

Di PGRI ada program yang di gagas oleh om jay yaitu Belajar menulis gratis,kita semua guru bisa bergabung, sayapun sudah bergabung semenjak bergabung memang terasa betul manfaatnya, yang selama ini kita hanya menunggu giliran kalau dapat pelatihan untuk diutuskan oleh orang Diknas baik di Kabupaten,Provinsi maupun ke pusat. Kadang yang kita tunggu tidak kunjung datang karena apa jumlah guru yang begitu banyak sedang jatah pelatihan untuk satu kabupaten kadang satu orang, nah kapan kebagian untuk kita. Justru dengan adanya libur yang panjang in banyak juga maknanya yang kita petik bisa ikut belajar online.

Belajar online pakai apa ?
Lewat  Aplikasi Zoom, Aplikasi webex, wa group dan lai-lain, ini sangat mudah kata om jay asal jaringannya kuat atau baik semuanya akan lancar, lagi pula pembelajaran lewat Zoom ini sangat baik bisa tatap muka langsung. Disamping itu kita bisa numpang memasarkan produk atau bisa berjualan, dengan arti kata kita bisa juga berbisnis.

Demikianlah yang dapat saya simpulkan pembelajaran malam tadi, terima kasih om jay materinya semalam, jangan bosan-bosan untuk membimbing kami . lebih dan kurang saya mohon maaf

Monday, April 20, 2020

Menulis Cepat & Tepat Di Media Daring dan Luring


Resume Pertemuan ke 12  Belajar Menulis kelas 8 online

Oleh: Rasita
Kepala SDN 16 Penarik



Bersama Nara Sumber Catur Nurochman Oktavian
Ketua Departemen Litbang PB PGRI


Pada hari senin 20 April 2020 pukul 19.03 Om Jay mempersilakan  Mr.Bams untuk menjadi moderator. Saya merasa senang membaca pembukaan dari om jay.
Mr.Bams mengucapaka salam kepada semua anggota, dan memberitau bahwa hari ini kita kedatangan Nara sumber luar biasa. saya menjawab salamnya.

Pak Catur memulai materinya : Passion saya dalam menulis dimulai sejak 1999. Pertama menerbitkan karya dalam bentuk buku di tahun 2003. Sampai sekarang alhamdulillah terus menulis
Pertama, kita harus kalahkan dulu dua musuh utama dalam menulis. Apa itu musuh utamanya?
1.       Rasa takut
2.       Rasa malas
Dua musuh utama inilah yang harus kita kalahkan agar dapat memulai menulis cepat dan tepat. Jangan takut tulisannya jelek, takut dicela, takut tulisannya sudah basi, dan takut takut lainnya, Ini yang menghambat kita dalam memulai sebuah tulisan. Setiap penulis yang baik tentu tidak membutuhkan “mood”. Tidak ada alasan tidak menulis, karena tidak ada mood. Mood harus disingkirkan dari benak Anda jika menghambat kerja otak dalam menulis. Bayangkan Anda seorang yang bekerja menghasilkan tulisan seperti wartawan, kolumnis, dan redaktur majalah. Jika mereka bekerja mengandalkan mood, tentu karirnya akan tamat seketika.

Saac Asimov, seorang penulis fiksi ilmiah yang memiliki reputasi bagus, mengakui bahwa cara ia menulis adalah “simpel dan apa adanya”. Saya garis bawahi. Menulislah dengan simpel dan apa adanya. Menulis hal yang aktual dan sesuai dengan gaya selingkung media yang akan dituju, menjadi kunci sebuah tulisan diterbitkan. Seperti dikatakan asimov tadi, seorang penulis yang baik, maka ia dapat menulis dengan cepat.

Perlu diingat, bahwa setiap orang yang mampu mengerjakan sesuatu dengan baik, maka ia dapat melakukan lebih cepat dibandingkan orang yang tidak bekerja secara baik. Menulis adalah sebuah kecakapan atau keterampilan. Bila Anda menguasai secara detail pengerjaan tulis menulis, maka kecakapan itu akan berbanding lurus dengan kecepatan pengerjaan.

Menulis adalah sebuah kecakapan atau keterampilan. Bila Anda menguasai secara detail pengerjaan tulis menulis, maka kecakapan itu akan berbanding lurus dengan kecepatan pengerjaan.
Menulislah dengan simpel dan apa adanya mengandung maksud, jadilah dirimu sendiri ketika menulis. Bagaimana caranya menemukan gaya atau menjadi diri sendiri ketika menulis? Tentu dengan perbanyak menulis dan membaca untuk mempelajari gaya tulisan orang lain atau copy the  Noted: Jangan paksakan diri dengan menulis sesuatu yang berlebihan di luar gaya Anda.

Kalau suka traveling, tuliskan kisah perjalanan Anda.Tentu Anda akan lebih mudah menuliskan sesuatu yang disukai”. Tuturkan segala yang ada secara sederhana dengan cara Anda. Salah satu yang membuat seseorang tidak mampu menghasilkan tulisan yang baik adalah karena mencoba memasukkan kata atau kalimat yang membuat pembaca tidak paham pesan apa yang dimaksud dalam tulisan itu.
Menulis itu untuk dibaca. Oleh karena itu, pesan dalam tulisan harus jelas dapat dipahami oleh pembaca. Jika menulis dengan kalimat yang tidak simpel, maka tujuan pesan Anda dalam tulisan tidak tersampaikan. Bahkan hanya membuat kening pembaca berkerut. Menulislah seperti berbicara. Ketika berbicara kepada teman, tentu tidak ada keinginan Anda menggelembungkan kata atau kalimat dengan bahasa yang berlebihan. Ketika berbicara kepada orang lain, tentu sedapat mungkin menggunakan bahasa yang dapat mudah dipahami, iya kan?.

Bagi seorang pemula:
Mengapa Anda masih ragu menghasilkan draf tulisan yang pertama? Biarkan tulisan yang dihasilkan jelek, karena Anda masih punya banyak waktu untuk memperbaiki draf tersebut. Setiap media memiliki gaya selingkung masing-masing sesuai kebijakan redaksinya. Misalnya, kita perlu mengetahui, berapa jumlah kata dalam artikel yang bisa dimuat di media itu, dan aturan penulisannya. Atau rubrik apa saja yang tersedia di media tersebut. Tidak usah kuatir tulisan kita ditolak dan dianggap jelek. Perbaiki lagi kekurangannya, dan terus kirim lagi. Banyak faktor mengapa tulisan tidak diterima redaksi. Mungkin tulisan tidak aktual? Atau space dalam edisi penerbitan sudah penuh. Terima kasih semua nya.

 Assalamualaikum pak Catur
Nama saya Rasita dari Kab Mukomuko Bengkulu.
Pertanyaan saya.
Apa contoh kata dan kalimat yang kita masukkan dalam cerita sehingga pembaca tidak paham.
Terima kasih .

Terima kasih ibu Rasita dari Bengkulu. Pertanyaan yang bagus.
Hindari menulis dengan kalimat yang panjang dan berulang ulang maknanya.
Contoh:
Ruangan yang biasa aku gunakan sebagai tempat tidur, sebuah tempat kos dekat stasiun UI, tiap pagi jam 5 pagi aku terbiasa mendengar deru Kereta Listrik yang membawa penumpang dari Jakarta-Bogor PP, itu biasanya sampai aku berangkat kerja, suara itu sering terdengar, sehingga aku sering hafal beberapa kalimat petugas stasiun.

Gaya Selingkung, maksudnya gaya, batasan, sesuai jati diri, penciri media itu. Sesuai dengan kebijakan redaksi masing masing. Misal, ada media yang membatasi bahwa tulisan yang akan dimuat di medianya minimal 600 kata, hurufnya times new roman, spasi 1.15, dsb.

Mengatasi rasa takut menulis adalah dengan menulis. Menulis saja terus menerus. Kalahkan rasa takut bahwa tulisan pertama kita jelek. Lebih baik menghasilkan tulisan yang buruk (dapat diperbaiki) daripada tidak menghasilkan sebuah tulisan (ini tidak dapat diperbaiki).
Mengelola konsentrasi yang efektif adalah dengan melakukan yang Anda sukai. Lakukan pekerjaan yang Anda cintai. Gairah dan fokus pada sesuatu yang kita sukai, cintai akan lebih tinggi dibandingkan sesuatu yang kita tidak sukai. Maka menulislah dari sesuatu hal kecil yang Anda sukai. Fokus pada sesuatu yang kita senangi, akan menambah motivasi kita lebih baik. Passion
Yang memotivasi saya menulis adalah rasa suka. Passion. Ada kenikmatan dan kebahagiaan bisa berbagi inspirasi, motivasi, pengetahuan melalui tulisan. Awalnya saya suka menulis lirik lagu dan puisi, lalu menulis artikel populer, cerita anak, karena dulu pernah menjadi guru TK juga.
Menulis keseharian perilaku anak didik di prasekolah sungguh menggemaskan. Menyenangkan.



Menulis keseharian perilaku anak didik di prasekolah sungguh menggemaskan. Menyenangkan.
Dalam menulis memang ada kalanya tidak selesai langsung. Apalagi ketika writer's block itu datang. Agar tetap konsisten, maka kita dapat membaca tulisan tulisan orang lain yang sejenis atau dari buku bacaan sebagai referensi. Sehingga ada ide-ide yang kita bisa gali lebih lanjut. Yang jelas dalam menulis dilarang keras plagiat. Mengambil begitu saja karya orang lain tanpa dicantumkan sumbernya. Ini yang dilarang. Tapi kalau mengembangkan ide dari tulisan orang lain, sah-sah saja.


Penulis yang baik biasanya adalah pengamat yang baik. Bagi yang suka mendegar atau kecerdasan audionya lebih,maka ketika mendengar sesuatu,maka siapkan catatan poin penting dapat dikembangkan lebih lanjut. Atau pembicaraan rekam,kemudian barulah di tuliskan

Banyak jalan menuju roma, banyak cara untuk menghasilkan.


Demikianlah rangkuman yang dapat saya buat semoga bermanfaat, dan terima kasih pak catur,Om Jay, Mr Bams yang telah membimbing kami .

Sunday, April 19, 2020

Peyek Pemberian Mbah Yem


Peyek pemberian Mbah Yem

Oleh Rasita
Kepala SDN 16 Penarik


Pada hari Selasa 13 April 2020 kira-kira pukul 8.00 pagi saya mau mau meninjau sekolah ingin melihat tanaman,sebelum berangkat saya ingat dengan Mbah Yem dan suaminya yang tinggal disamping Sekolah mereka tinggal berdua saja karena anaknya sudah punya rumah sendiri.

Saya meminta dengan suami untuk mengambil buah papaya yang matang dan buah naga untuk di kasih dengan Mbah Yem. Suamipun mendekati pohon tersebut dan memetik buahnya dan memetik juga buah naga, setelah itu memberi dengan saya.

Buah Pepaya dan Buah Naga yang masak saya masukkan kedalam kantong plastik, dan suami menghidup mesin mobil untuk segera mengantar saya.sampai dilokasi sekolah saya suruh suami berhenti dan saya segera menuju rumah Mbah Yem, pintu pagarnya saya buka dan saya mengetok pintu sambil mengucapkan assalamualaikum dari dalam Mbah Yem menjawab waalikumsalam sambil membuka pintu, saya kasih buah dalam kantong tadi dengan Mabah Yem beliau menerima dengan senang hati dan mengucapkan terima kasih.

Setelah itu saya pergi dan menuju pekarangan sekolah dan saya mulai mengamati tanaman, dalam hati saya tanaman ini harus di siram saya pun mengambil air dan menyiram bunga, dalam asyik menyiram bunga Mbah Yem datang ketempat saya dengan membawa satu bungkusan. Bungkusan itu isinya peyek untuk saya, jadi saya menerima peyek yang di berika tadi saya gantung di  dekat bunga. Mbah Yem duduk dekat saya saya pun terus saja dengan pekerjaan sambil bercerita dengan Mbah Yem.

Selesai menyiram bunga saya duduk dekat Mbah Yem, beliau bercerita bahwa peyek itu bikin sendiri sama Mbah lanang. Bahannya di beli diwarung depan Cuma kelapanya yang susah nyari maunya kelapa yang sudah tua kata Mbah Yem. Kemudian saya menjawab bahwa dirumah saya ada pohon kelapa Mbah nanti saya kasih ya ? toh di rumah juga tidak di pakai karena saya beli santan siap.

Mbah Yem menyuruh saya menyicip peyeknya apa enak rasanya, saya ambil satu peyeknya saya makan ternyata enak dan rapuh sekali, saya bilang dengan Mbah Yem enak Mbah Peyek bikinan Mbah. Mbah jawab terima kasih saya senang betul bikin Peyek katanya.Tidak lama kemudian Mbah Yem pamit pulang dan saya melanjutkan pekerjaan lagi.

Tidak lama suami datang untuk jemput saya, tapi saya suruh nunggu sebentar karena masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan, kemudian  saya tawarkan peyek yang dikasih Mbah Yem dengan suami, memang suami suka betul dengan peyek dia dengan senang hati mengambil peyek dan menyantapnya. Ternyata Peyek yang dikasih Mbah Yem tadi habis disantap oleh Suami. Saya hanya dapat kebagian satu saja  he he he .
Itulah cerita peyek dari saya, terima kasih om Jay yang sudah memberi ppancingan supaya kami menulis.

Saturday, April 18, 2020

Menikmati makan bersama dalam kesederhanaan


Menikmati makan bersama dalam kesederhanaan

Oleh Rasita
Kepala SDN 16 Penarik


Di tengah wabah covid-19 yang beritanya dimana-mana saja ada,sehingga keluarga kami sangat berhati-hati dalam berakifitas baik dalam bekerja maupun dalam kegiatan menyiapkan makanan untuk keluarga.

Kebetulan kami tinggal di suatu  Desa yang wilayahnya masih jarang penduduknya dan pekarangan rumah  termasuk lumayan luas, sehingga pekarangan bisa dimanfaatkan untuk membuat kolam ikan, menanam sayuran dan  buah-buahan serta ternak ayam.

Di saat COVID-19 melanda Negara kita,kami tidak begitu repot untuk mencari kebutuhan dapur yang ingin dimasak,  beberapa bahan sudah tersedia di pekarangan rumah. Jadi kami tidak begitu banyak keluar rumah, kecuali membeli yang tidak tersedia di pekarangan rumah.

Untuk kebutuhan beras kami dikirimi oleh orang tua dari kampung, karena orang tua adalah seorang petani, mereka menanam padi, sayuran dan tanaman keras seperti kayu kulit manis, jeruk dan kopi.

Anak saya yang bungsu ada di rumah kebetulan kuliahnya diliburkan  selama Wabah COVID-19 dia membantu saya, dia masak dengan bahan apa saja yang ada di sekitar rumah, masakannya ala anak kuliahan.

Anak saya meminta pada bapaknya untuk menangkap ikan karena mau di goreng, bapaknya segera mengambil jaring dan langsung berjalan  kesamping rumah untuk menangkap ikan, tidak begitu lama beliau sudah membawa sekitar enam ekor ikan Nila, kemudian saya bersihkan sedangkan  anak memetik sayur di pekarangan untuk di rebus .

Ikan Nila di goreng di campur dengan cabe, dan di tambah lagi ada sisa tempe di kulkas di goreng juga, setelah selesai semua masakan kami hidangkan di meja makan. Makanan siap di santap.
Semua kelurga sudah duduk dimeja makan untuk menikmati masakan sederhana tapi membawa nikmat, saya melihat betapa lahapnya mereka menyantap makanan sampai mengeluarkan keringat.
Setelah itu semuanya kekenyangan, kami segera membereskan sisa makanan dan mencuci piring yang kotor sambil bercerita enak dan nikmatnya makan bersama walaupun sederhana.