Tuesday, July 21, 2020

Corana Masih Memisahkan Guru dan Siswa Belajar

Tahun ajran baru 2020/2021 sistim pembelajaran masih menggunakan Belajar Jarak Jauh (BJJ)

Ditulis oleh: Rasita, S.Pd.Kepala Sekolah SDN 16 Penarik Kabupaten Mukomuko


Sesuai dengan kelender Pendidikan bahwa tahun ajaran baru 2020/2021 dilaksanakan 13 Juli 2020, semua sekolah mempersiapkan kelengkapannya.

Pelaksanaan Pembelajarannya mengaju dengan Surat Keputusan 4 Mentri dan di perkuat lagi dengan surat edran bupati dan Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan.

Surat Keputusan 4 mentri no 4 tahun 2020 adalah;

Pemerintah telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Kementrian terkait tentang penyelenggaraan proses belajar mengajar tahun ajaran 2020-2021 tanggal 15 Juni 2020, di tengah pandemi covid-19.

Mas Menteri menegaskan bahwa tahun ajaran baru 2020-2021 untuk pendidikan usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah tetap dimulai pada bulan Juli 2020. Kementerian Pendidikan dan kementerian terkait tidak mengubah kalender pendidikan yang ada.

Sekolah Pada Zona Kuning, Zona Orange dan Zona Merah

Untuk daerah yang berada di zona kuning, orange, dan merah dilarang melakukan pembelajaran tatap muka, pada satuan pendidikan. Satuan pendidikan pada zona-zona tersebut tetap melanjutkan proses Belajar Dari Rumah (BDR).

Nadiem Makarim mengatakan Kepala Sekolah Akan Jadi Fondasi Perubahan Pendidikan

Nadiem Makarim menguraikan bahwa jumlah prosentase murid yang berada pada zona-zona tersebut berdasarkan data sebesar 94%. Sedangkan sisanya sebesar 6% yakni para murid yang saat ini berada pada zona hijau.

Sekolah Pada Zona Hijau

Ditegaskan oleh Nadiem, 4% murid yang berada pada daerah zona hijau ini, diijinkan untuk menyelenggarakan proses belajar tatap muka namun dengan protokol kesehatan yang ketat. Hal tersebut harus ditetapkan dengan keputusan dari Gugus Tugas Covid-19 pada daerah tersebut.

Keputusan bagi daerah hijau untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka tersebut, harus seijin pemerintah daerah. Di samping itu, sekolah yang diijinkan adalah sekolah yang telah memenuhi check list persiapan pembelajaran tatap muka.

Cek list tersebut terdiri dari enam hal yakni:

Pertama, pada sekolah tersebut tersedia sanitasi dan kebersihan seperti, toilet, dan sarana cuci tangan dengan air mengalir serta sabun dan ketersediaan disinfektan.

Kedua, ada akses untuk menjangkau pelayanan kesehatan di sekitar sekolah.

Ketiga, murid, guru, dan semua karyawan pada sekolah tersebut wajib memakai masker.


Keempat, tersedia termogun atau alat untuk mengukur sushu tubuh yang wajb digunakan tiap pagi untuk mengukur suhu tubuh murid, guru dan semua karyawan.

Kelima, wajib memiliki protokol kesehatan yang mengtur perlakuan terhadap murid, guru, karyawan, dan anggota keluarga mereka, jika berada dalam kondisi sakit. Diantaranya mengatur bahwa murid, guru, dan karyawan tersebut tidak diperkenankan masuk.

Keenam, berdasarkan musyawarah dengan komite sekolah disepakati, sekolah boleh menyelenggarakan pembelajaran secara tatap muka.

Jika syarat-syarat itu tidak dipenuhi maka sekolah pada daerah hijau tersebut tidak diijinkan untuk melakukan proses belajar tatap muka.

Bagi sekolah pada daerah hijau, yang telah memenuhi semua check list tersebut, Kementerian Pendidikan melakukan pemilahan kembali berdasarkan  kemampuan menjalankan sosial distancing dan physical distancing.

Menuju Pembelajaran Daring yang Lebih Bermakna dan Esensial

Berdasarkan pertimbangan tersebut, sekolah yang diijinkan pada tahap pertama untuk melakukan pembelajaran tatap muka adalah sekolah pada jenjang SMP, SMA dan SMK sederajad. SD baru diijinkan untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka setelah  2 bulan kemudian. Itupun jika daerah tersebut masih berstatus zona hijau.

Sedangkan PAUD baru diijinkan melakukan proses belajar tatap muka pada bulan ke 5, terhitung sejak SMP, SMA, dan SMK melakukan proses belajar tatap muka. Itupun  jika daerah tersebut masih berstatus zona hijau.

Dengan demikian PAUD dan SD berada di urutan terakhir dalam ijin belajar tatap muka pada daerah zona hijau. Kenapa? Karena anak SD dan PAUD di pandang lebih sulit untuk melakukan social distancing dan physical distancing.

Dalam pemaparannya, Nadiem pun menegaskan bahwa jika ada sebuah daerah hijau, berdasarkan data terakhir dari gugus tugas, berubah menjadi zona kuning, maka proses belajar tatap muka dibatalkan dan semuanya harus kembali belajar dari rumah.

Nadiem juga menegaskan, bagi sekolah dan madrasah berasrama, jika berada dalam daerah yang berstatus zona hijau pada saat ini masih dilarang menyelenggarakan proses belajar tatap muka pada dua bulan pertama, karena masih rentan dan resikonya masih tinggi. Mereka diijinkan secara bertahap dengan prosentase yang dibatasi.


Fase Transisi Menuju Fase New Normal

Bagi sekolah yang diijinkan belajar secara tatap muka sebelum memasuki masa new normal, sekolah harus mengalami masa transisi terlebih dahulu.

Pada masa transisi (dua bulan pertama), agar ketentuan social distancing dan physical distancing terpenuhi, sekolah wajib menjalankan proses shifting.

Pada dua bulan pertama, jumlah peserta dalam kelas pada jenjang SD hingga SMA/SMK, jarak minimum antar anak adalah 1,5 m. Sehingga jumlah anak dalam 1 kelas maksimum 18 orang.

Sedangkan untuk jenjang PAUD, jarak minumun antar anak adalah 3 m. Sehingga dalam satu kelas maksimum terdapat 5 anak.

Pada sistem shifting ini, jumlah hari dan jumlah jam belajar ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan situasi dan kebutuhan sekolah.

Corona di Tanah Air Bisa Bertahan Hingga Tahun Depan

Selain itu juga ditegaskan perilaku yang wajib pada masa transisi adalah tetap menggunakan masker, cuci tangan dengan air mengalir, dan menggunakan sabun atau hand sanitizer serta tetap memperhatikan social distancing dan physical distancing.

Dalam rangka social distancing dan physical distancing pada masa transisi, aktivitas yang memungkinkan murid berkumpul dicegah. Oleh karena itu kantin sekolah ditutup selama masa transisi.

Selain kantin, kegiatan lain seperti kegiatan olahraga, dan kegiatan ekstrakurikuler pun ditiadakan pada masa transisi ini. Selama masa transisi, kegiatan yang diijinkan hanya kegiatan proses belajar mengajar dalam kelas.

Kegiatan lain yang dilarang pada masa transisi adalah istirahat di luar kelas, orang tua menunggui murid di sekolah, pertemuan orang tua murid, dan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah secara tatap muka.

Jika setelah dua bulan daerah tersebut masih berada pada kategori zona )hijau, maka kegiatan yang dilarang pada masa transsisi dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Selain hal-hal tersebut, SKB tersebut juga mengatur tentang fleksibilitas penggunaan dana BOS untuk keperluan sekolah pada daerah zona hijau terkait penanganan covid-19 dan pengaturan perguruan tinggi.

Dengan adaya SK 4 Mentri dan surat Edaran Gubernur, Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan bagaimana Sekolah Menyikapinya?

Sekolah harus Membuat langkah – langkah Strategis, supaya Kesehatan siswa dan guru terjaga dengan baik dan Pembelajaran tetap berjalan dengan lancar dan efektif dan efesien.

1.       Mengevalauasi Pelaksanaan Pembelajaran sebelumnya, tentu ada kekurangan dan kelebihannya, yang kurang perlu perbaikan dan yang baik perlu diteruskan
2.       Memetakaan keadaan siswa, yang mempunyai sarana teknologi yang lengkap dan baik seperti punya HP, Laptop, Komputer, jaringan wi-fi dan  Mampu beli pulsa data
3.       Mendata  ekonominya orang tua yang mampu dan mampu mengakses internet serta bisa menggunakan sarana teknologi seperti HP, laptop dan Komputer
4.       Mendata siswa yang tidak mempunyai HP, Laptop, Komputer,Wi-fi, tidak mampu membeli paket Data, dan mampu membimbing siswa belajar dari rumah.
5.       Membeli Alat Pelindung Diri ( APD )
6.       Mempersiapkan ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang bersih dan Lengkap
7.       Mengadakan Kerja sama pihak kesehatan terdekat.
8.        
Data tersebut di gunakan untuk ajuan bagi sekolah, Kepala Sekolah, Guru untuk menentukan Langkah apa yang di pakai untuk pembelajaran di tahun ajaran baru 2020/ 2021.

Tindakan apa yang dilakukan Sekolah setelah mengetahui hasil dari Pemetaan Keadaan Siswa ?

Tindakan yang tepat dilakukan adalah: Menentukan Proses Pembelajaran dengan  mengggunakan Belajar Jarak Jauh (BJJ) atau Belajar Dari Rumah ( BDR .


Belajar Jarak Jauh (BJJ) atau Belajar Dari Rumah (BDR) dengan sistim Daring dan Luring sesuai dengan hasil pemetaan siswa tersebut.


Untuk Sistim Daring gunakanlah bermacam – macam aplikasi seperti Zoom, Webex, www.sli.do, www.sesaw.me, google froms, google drave, wa grup, face book dan lain – lain.

Untuk Sitim Luring guru mendatangi  siswa kerumah atau siswa yang dating kerumah guru atau kesekolah untuk memberi pelajaran dan tugas dan sebalik siswa yang jemput tugas dengan tetap mengaju pada protokol kesehatan.

Sistim luring siswa bisa juga belajar lewat TVRI atau Redio tugasnya dikumpul satu minggu sekali, dengan tetap mengaju protol kesehatan. Pemberian modul mandiri itu juga bisa dilaksanakan di buat persubtema, satu sub tema untuk satu minggu berarti setiap akhir pecan siswa mengumpul tugasnya dan mendapat materi baru lagi.

Jadi itulah langkah – langkah yang sederhana dan bisa  dijalankan selama pendemi covid-19 didaerah yang memakai sitim daring dan luring. Walaupun Kita di pisahkan oleh Carona namun pembelajaran jangan sampai dipisah dari guru dan siswa. Yang perlu kita ingatkan guru harus mempunyai rasa empati yang tinggi terhadap siswa dan orang tua dengan guru harus selalu berkoordinasi sebab peran guru saat Pendemi Covid-19 ini hampir sama forsinya dengan wali murid.

Terima kasih dari Penulis mudah – mudahan bias bermanfaat bagi guru, siswa dan orang tua.

Corona Masih Memisahkan GURU dan SISWA



SD Negeri 16 Penarik Pembelajaran Jarak Jauh Masih Berlangsung






Tahun ajaran baru 2020/2021  di SDN 16 Penarik  masih berlangsung  dengan cara Belajar jarak jauh (BJJ) sesuai dengan surat edran dari Dinas Pendidikan.

Kerinduan guru terhadap siswa dan siswa terhadap guru sama,  ingin berjumpa dengan tatap muka di sekolah, Namun apa daya Corona masih memisah kita.

Kita harus sabar menunggu stuasi normal, dan mudah – mudahan  Corona segra berlalu, segala cara upaya harus kita lakukan supaya pembelajaran  tetap berjalan dengan baik.

Rasa empati guru harus tinggi terhadap siswa, memberi pelajaran dengan sistim daring dan luring harus di lakukan sesuai dengan hasil pemetaan keadaan siswa.

Yang mampu dan mempunyai saran IT lengkap serta bisa mengakses Teknologi di berikan pelajaran dengan sistim Daring, seperti menggunakan Zooom, Blog, google from dan dlll.

                                               Menggunakan Zoom

                                                      Menngunakan Blog

                                      Menggunakan Google From

Sedangkan  yang tidak mempunyai sarana IT yang lengkap serta tidak mampu diberikan pelajaran dengan sistim luring. Guru mendatangi siswa atau siswa mendatangi guru, dengan mengaju pertokol Kesehatan



Dengan melihat kiriman foto dan Video siswa belajar dirumah yang dikirim  oleh  orang tuanya,kita merasa sedih dan kadang merasa lucu juga melihat tayangan videonya, namun apa daya  corona telah membatasi kita untuk bisa berjumpa, tapi kesehatan lebih utama yang kita pikirkan.










                  Terima kasih, inilah cerita Belajar Jarak Jauh yang dilaksanakan Di SDN 16 Penarik 



Monday, July 20, 2020

Pembelajaran Kelas VI 20 Juli 2020

Tema 1 : Selamatkan Makluk Hidup

Sub Tema  : Tumbahan Sehabat kita


Tugas yang dikerjakan hari ini adalah :

1.Baca Buku temanya dari halaman 2 - 6
2. cari bunga di sekitar rumah mu petik satu tangkai
3. amati bunga tersebut dan tulis bagian - bagian dari bunga
4. apa itu  perkembangan generatif pada tumbuhan

Terima kasih anak -anak ku tersayang, nah sekarang kerjakan tugas diatas, ibuk tunggu jawabannya.

Thursday, July 16, 2020

Wednesday, July 8, 2020

WEBINAR K3S SE KABUPATEN MUKOMUKO


Melalui Diskusi Virtual Zoom antar K3S se Kabupaten Mukomuko membahas tentang persiapan menghadapi siswa baru  Kelas I SD


Ditulis oleh: Rasita, Kepala Sekolah SDN 16 Penarik

Untuk menghadapi tahun ajaran baru 2020/2021, dalam stuasi Pendemi Covid-19 membuat kepala Sekolah bingung karena wilayah Mukomuko masih ketegori Zona merah, tentu belum di izinkanlah oleh Mentri Pendidikan untuk membuka sekolah dengan system New Normal.

Didalam group WhatsApp Ka. SD se Kab Mukomuko ataupun dalam Rapat Didiknas pada tanggal 06  Juli 2020 yang dihadiri oleh Perwakilan K3S, PGRI Kabupaten dan Korwil membahas tentang tahun ajaran baru ramai membicarakan kebingungan tersebut, terutama bagaimana mengahadapi siswa baru kelas I yang belum kita kenal wajahnya apa lagi Kemapunannya dalam Belajar.

Penulis coba menawarkan ide dengan Kepala – kepala sekolah didalam group WhatshApp tersebut, untuk mengadakan Diskusi lewat Virtual Zoom ini bukti WhastApp dibawah ini.




Ternyata ide yang saya tawarkan dengan kepala Sekolah tersebut ada beberapa orang merespon, jadi saya langsung ketik Listnya dan saya, tawarkan pada mereka yang bersedia silakan isi. Inilah  bukti beberapa List yang diisi oleh Kepala Sekolah.




Dengan jumlah List terakhir yang diisi adalah 42 peserta, saya langsung menawarkan pokus tema yang di bahas adalah “Mengahadapi siswa baru kelas I SD, di tahun ajaran baru 2020/2021 masa Pendemi Covid-19” dengan indikator yang sangat penting adalah:

1.      Bagaimana berkenalan dengan siswa baru
2.      Bagamana cara efektif memberi pelajarannya
3.      Bagamana memberi tugas yang efektif dan efesien

Waktu diskusi saya tawarkan dengan mereka mau malam atau siang saya siap semua, mereka menjawab malam saja biar bisa sambil tidur – tiduran , saya jawab oke dan mereka minta harinya adalah Rabu tanggal 08 Juli 2020 pukul 20.00 wib malam.

Saya memberi tahu dengan Kadis atas rencana tersebut dan saya minta Kadis bisa hadir untuk memberi sambutan, ternyata kadis merespon dengan baik beliau bersedia dengan jawaban insha alloh.

Perwakilan pengawaspun saya hubungi juga yaitu pak Marijo, untuk bisa hadir dalam kegiatan diskusi. Beliau saya minta untuk menyampaikan informasi baru dari LPMP Bengkulu, beliau  juga sebagai Nara sumber pada sekolah model SPMI. Beliau merespon dngan baik bersedia untuk hadir.
Pada hari Rabu 08 Juli 2020 pukul 10.24, saya mengirim Link zoom dan susunan acara kepada Peserta lewat whastApp.


Pada pukul 19.45 menit saya mulai memancing peserta di whastApp untuk mengetahui kesiapanny, ternyata sekita 12 orang merespon dengan berbagai candanya, biasalah dalam kelompok kepala sekolah kata - kata lucu, nyeleneh membuat kita ketawa sendiri membacanya. Dan ada juga yang memposting link zoom yang belum dibuka dengan di fotonya


Link di buka 10 menit sebelum jadwalnya, ternyata begitu di buka sudah bayak yang antri join, satu persatu saya terima, inilah bukti beberapa orang yang terekam oleh Kamera pak Rohidin yang dikirim lewat WhastApp group.tetapi masih ada juga yang peserta yang belum bisa masuk karena jaringan lemot dan lampu mati, itu yang say abaca dar WhastApp group.yang bisa hadir adalaha 24 orang.


Acara di buka dengan Hostnya Penulis sendiri kemudian dilanjut dengan Pak Marijo karena pak Kadis masih terkendala dengan Audio. Pak Marijo menyampaikan apa yang harus di persiapkan oleh Sekolah dalam menghadapi tahun ajaran baru, sesuai pesan Pak Mendikbud melalui LPMP


Karena Pak Kadis masih Terkendala dengan Audionya kita lanjut dengan diskusi terlebih dahulu, saya minta mulai dari Pak Krisnaaji sebagai perwakilan dari Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Lubuk Pinang memberi masukkan kira – kira strategi apa yang sudah di persiapkannya u ntuk menghadapi siswa baru Kelas 1 kemudian di lanjutkan dengan perwakilan Kecamatan lain seperti Teramang Jaya pak anistion, dari Kota Mukomuko buk Ratnawilis, pak Sutrisno dan Pak Alfaizin serta yang lainnya.

Dapat Penulis simpulkan bahwa usulan yang disamapaikan dengan kawan – kawan hamper sama diantaranya:

1.      Mengundang komite
2.      Memetakan keadaan siswa
3.      Mensosialisasikan Program dengan wali murid
4.      Memberi pembelajaran dan tugas dengan sistim daring atau luring

Semua kegiatan di kemas sesuai dengan protokol kesehatan, seperti contoh mau sosialisasi program sekolah tentu tidak semua wali murid bisa daring terpaksa kita buat system luring dengan bertemu 5 orang perwali murid.pelaksanaan sosialisasi di mulai tanggal 16 - 24 juli 2020.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan tidak ketinggalan memberi penguatan terhadap kepala sekolah melalui kata sambutannya, belaiau meminta kepala Sekolah betul – betul mempersiapkan tahun ajaran baru 2020/2021 dengan baik dan matang, dan mempunyai dokumen tertulis yang lengkap.

Pak Kadis juga meminta kepada kepala sekolah untuk selalu berinovasi demi memajukan dan mengembangkan  sekolah masing – masing. Dan beliau meminta hasil diskusi malam ini ada kesimpulan dan di buat dokumennya. Nanti akan di sebarkan kepada peserta melalui edaran yang akan di buat oleh Dinas.

Itulah hasil diskusi yang dapat saya tulis mala mini, namun tulisan ini belum lengkap semua, mohon kiranya peserta yang lain setelah membaca bisa menambahkan, maklum penulis adalah manusia biasa yang tak luput dari kekhilapan dan kesalahan mohonmaaf. Terima kasih kepada pak Kadis, pak marijo sebagai pengawas dan selurih peserta yang bisa hadir malam ini.