Monday, October 12, 2020

 

PENGALAMAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH DI ERA PENDEMI COVID-19

 

Ditulis: Rasita,S.Pd SDN 16 Penarik dan Ketua PGRI Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu.

Berawal dari tahun Baru 2020, isu – isu tentang virus Corona mulai tersebar di media – media baik itu media elektronik, media cetak maupun dunia maya. Facebook, whatspp, instegram, twiterr, talegram dan lain – lain.

Tak pernah terbayangkan oleh saya bahwa kita bisa mengajar dari jarak jauh, dan corona membuat orang bekerja dari rumah. saya sendiri langsung cepat menyesuaikan diri dengan stuasi yang terjadi saat ini, dengan berusaha belajar menggunakan IT serta mencari tempat belajar online. virus corana telah merubah mensadt saya menjadi Laptop teman sejati saya sehari - hari untuk mengantar Pendidikan untuk guru saya dan siswa saya.

Tetapi apa sebenarnya virus corona kita belum mengetahui secara detail betul, mulai hangatnya berita di Indonesia adalah di bulan Februari, nah kita mulai mencari tau apa yang sebenarnya dan apa akibatnya kalau sudah terserang Corona, satu persatu kita mulai mengerti dan mulai waspada.

Tepatnya tanggal 16 Maret  2020 pukul 10.00 saya mendapat telepon dari Dinas Pendidikan, bahwa sekolah akan di liburkan selama 2 minggu guna untuk memutus rantai Virus Corona. Dan siswa belajar dari rumah.

Pada tanggal 17 Maret kita memberi pengumuman dengan siswa bahwa Sekolah akan di liburkan selama 2 minggu dan anak – anak akan belajar dari rumah. Namun konsep Pembelajar Dari Rumah (BDR) kita belum tau, Cuma kita wanti wanti saja minta no hp orang siswa, kalau – kalau bisa pembelajaran lewat Wa grup.

Dengan istilahnya Pembelajaran jarak Jauh (PJJ), terus terang kita belum punya konsep yang jelas masih meraba – raba yang penting dalam pemikiran kita Keselamatan kesehatan di utamakan.

Pembelajaran berlangsung lewat wa grup yang disiapkan oleh guru – guru, namun belum begitu efektif masih terdapat siswa yang terkendala tidak punya HP dan sinyal lemot serta tidak mampu membeli koata.

Pembelajaran Jarak Jauh selama 2 minggu telah berlangsung, namun hasilnya kurang memuaskan. Dikarena guru dan siswa belum memahami bagaimana pembelajaran yang efektif dan efesien ketika Belajar Jarak Jauh.

Surat edaran kedua dari dinaspun di perpanjang masa liburnya  selama 2 minggu lagi. Kepala Sekolah mengundang semua guru untuk dating ke Sekolah tepatnya tanggal 3 april untuk mengevaluasi pembelajaran jarah jauh 2 minggu berlalu serta mencari selusi untuk 2 minggu kedepannya lagi


Hasil Evaluasi adalah siswa ada sebagian yang tidak mengikuti pembelajaran, ada yang tidak lengkap tugas yang di kirim di sebabkan tidak punya HP, tidak punya kuota, sinyal lemot dan tidak mengerti cara mengrjakan tugas.

Solusi yang harus diambil adalah guru mendatangi siswa kerumah untuk membantu. Jadi sistimnya daring Cuma memakai satu cara yaitu tugas di kirim lewat wa grup.


Surat edaran dinaspun datang lagi memberitau bahwa guru harus masuk sekolah dengan mengirim tugas dari sekolah menggunakan wi-fi Sekolah.

Pembelajaran terjadi lagi dengan sistim Daring dan luring, namun belum begitu sempurna, sampai pada semester genappun  tiba. Ulangan sitem darurat dilakukan, tetapi tetap mengaju dengan nilai semester ganjil.

Selesai ulangan semester genap, kepala sekolah bersama dewan guru dan Komite rapat untuk menyusun program tahun ajaran baru 2020 – 2021, dengan hasilnya pembagian rapor akan mengundang wali murid untuk membagi rapor siswa sekaligus pendataan keadaan siswa guna untuk meng anisipasi kalau terjadi perpanjangan Pembelajaran Jarak Jauh

Pembagian rapor siswa mengahadirkan orang tua siswa dengan berpedoman pratokol kesehatan, menyiapkan sentitezer, pengugukur suhu, cuci tangan, memakai masker dan mengatur jarak  ketemu


Pemeriksaan Suhu setiap wali murid yang dating, untuk menghindari virus corona


Cuci tangan sebelum ketemu dengan guru demi menjaga prtokol kesehatan, kesehatan terjaga insha allah terhindar dari penyakit atau viris corona.


Membagi Rapor dilaksanakan  di depan Teras Sekolah, ini juga menghindar kontak pisik atau tempat jangan  banyak  tersentuh wali murid atau masa.

Setiap orang tua siswa yang datang mengambil rapor di data keadaan serana IT nya serta kemapuan siswa dan orang tua menggunakan IT dan kemapuan orang tua untuk membimbing siswa belajar dirumah.



                                                                       

Video Pemetaan siswa, untuk menentukan kesiapan siswa belajar  jarak jauh

Dengan hasil Pemetaan keadaan siswa maka ketemulah data:

1.      Siswa yang mempunyai HP 122 orang

2.      Siswa yang tidak punya HP 5 orang

3.      Siswa yang tidak bisa menggunakan HP 4 orang

4.      Orang tua yang tidak bisa menggunakan HP 10 orang

5.      Orang tua yang tidak mampu membimbing siswa 10 orang

6.      Orang tua yang tidak mampu membeli kuota 10 orang

Maka dengan dasar data diatas dapat kami simpulkan pembelajaran Jarak Jauh dengan menggunakan dua system yaitu:

1.      Daring

2.      Luring.

 

1.      Untuk pembelajaran Daring guru masih banyak kurang mengerti dengan menggunakan tekhnologi, baik menggunakan aplikasi maupun menggunakan webset dan lain – lain.

Kepala sekolah mengambil inisiatif untuk menggadakan pelatihan sederhana tingkat sekolah dengan nara sumber Kepala sekolah sendiri, untuk belajar IT.

Pembelajaran pertama adalah menggunkan Zoom meeting, dengan di ikuti seluruh dewan guru, ini dokumentasinya




Kemudian Yang kedua cara menggunakan blog dan google Froms, semua guru antusias belajar dan tidak terasa hari sudah sore

Menggunakan google froms, google from digunakan untuk mengisi absen dan pemberian tugas kepada siswa.


Menggunakan blog, untuk menyampaikan materi, tugas dan absensi kepada siswa.

Setelah guru bisa menggunakan ZOOM, Blog dan google froms, guru mulai mempraktekkan sesama teman dulu takut nanti salah yang dikirim, setelah merasa benar dan tidak meng kuatirkan lagi, guru mulai Percaya Diri dan akan elaksanakan waktu tahun ajaran baru berlangsung.

Tahun ajaran baru 2020 – 2021, telah tiba , di SDN 16 Penarik mulai menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh dengan dua system Daring dan Luring, dengan persiapan yang sudah matang.

Pertama masuk sekolah semua guru Hadir, wali murid beberapa orang dataang untuk mengambil buku paket untuk siswa bagi yang daring tetapi yang datang sudah di bagi jadwal oleh guru. Dengan mengaju protocol kesehatan.

Pembelajaran Mulai di laksanakan, guru pertama menggunakan Blog, siswa dan wali murid di pandu oleh dewan guru cara  membuka blog, di blog diisi dengan Video pendek untuk menyapa siswa dan menjelaskan pembelajaran sedangkan tugas di tulis di blog dan dikirim linknya lewat wa grup.

Hasil pertama mengecewakan karena ada beberapa siswa tidak bisa membukanya, namun guru tetap memandu dan tidak bosan – bosan mengarahkan siswa dan wali murid bisa membukanya. Alhamdulilah beberapa hari kemudian guru sudah berhasil membuat siswa dan wali murid mengerti dengan blog.

Berikutnya lagi guru mengabsen siswa dan mengirim tugas denagn siswa menggunakangoogle froms, ternyata juga ada kendala siswa berulang – ulang mengisi google fromnya, setelah di buka respondennya yang mengisi melebihi dari jumlah siswa perkelas, namun guru kemali engarahkan siswa dengan memberitahu bahwa cukup sekali saja kalau sudah di submit berate sudah diabsen.

Alhamdulilah untuk Google froms hanya satu hari saja siswa dan wali urid sudah biasa, absen dan tugas siswa berjalan dengan lancar atau sukses.

Jadi tugas yang di berikan dengan siswa bermacam – macam dan berveriasi cara penyampaiannya dan materinya di sederhanakan sesuai dengan lingkungan setempat. Ini adalah dokumentasi siswa menunjukkan tugas yang di ker


Ini siswa mengerjakan tugasnya dengan melihat wa grup dan Video yang di berikan oleh guru.

Kemudian juga siswa pertama kali mengisi absen atau tugas lewat google froms ada juga lucunya, dia berkali – kali mengisi, akhirnya di tengok dari respon melebihi dari jumlah siswa yang sebenarnya, maka guru menuntun siswa untuk cara mengisinya hanya satu kali. Di blogpun juga ada siswa yang tidak mengisi namun guru selalu merespon dan memberi arahan dengan baik.





 


Pembelajaran Alhamdulillah sudah mulai bisa di mengerti oleh siswa dan wali murid baik lewat blog maupun lewat google froms. Sehingga guru merasa senang dan siswapun juga demikian


Inilah dokumen guru semangat memberi tugas, selalu stanbay di ruangan untuk menyapa dan mengirim tugas pada siswa, walaupun sinyal sering tidak bersahabat.

 

Namun tidak semua siswa yang konsekwen dengan mengerjakan tugas, masih ada yang kurang peduli tapi guru selalu berbuat baik untuk siswa, gurupun mendatangi siswa yang tidak mengirim tugasnya, walaupun dalam pemetaan awal murid tersebut mempunyai serana IT yang lengkap dan masuk dalam daftar pembelajaran Daring, inilah dokumentasi guru mendatangi siswa yang kurang peduli.

 

 

 

 

 

 

Guru menunjukkan bahwa tugas yang belum di kerjakan

 

 

 

 

 

 

 

Guru menunjukkan bahwa tugas sudah dikirim lewat wa grup.

2.      Untuk Pembelajaran Luring, guru menentukan jadwal setiap minggu 2 kali pertemuan dengan cara wali murid dan siswa datang kesekolah untuk menjemput tugas kemudian hari berikutnya mengantar tugas. Inilah dokumentasi siswa menjemput tugas

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalau siswa tidak datang sekolah gurupun mendatangi siswa kerumah, inilah buktinya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Demikianlah tulisan yang saya buat, supaya bisa bermanfaat untuk pembaca dan mohon keritikan dan sarannya. Terima kasih tim penilai dan pembaca.


Thursday, September 17, 2020

17 TAHUN PERJALANAN PGRI KABUPATEN MUKOMUKO

 PENGURUS PGRI KABUPATEN MUKOMUKO DARI TAHUN 2003 -2020


Ditulis oleh Rasita Pengurus PGRI priode I sebagai wakil Bendahara dan priode II sebagai Bendahara serta priode ke III sebagai wakil ketua 1. PGRI adalah belahan jiwaku,berjuang untuk anggota itulah hobiku. keberhasilan perjuangan merupakan  kepuasan bagiku.

Hidup guru...............Hidup PGRI...........Solidaritas yessss

PGRI Kabupaten Mukomuko lahir 25 Juni 2003, hampir bersamaan dengan berdirinya Kabupaten Mukomuko hanya selisih sekitar dua bulan dari  kelahiran Kabupaten.

Ketika itu Penulis sedang menjadi Pengurus Cabang Teras Terunjam sebagai Bendahara, namun dalam konferensi Kabupaten pertama penulis terpilih sebagai pengurus di Kabupaten, tentu pengurus Cabang otomatis lepas.

Pengurus Kabupaten terpilih mulai menyusun program. Program pertama adalah membentuk pengurus cabang serta sosialisasi program ke setiap cabang yang sudah terbentuk.

Terasa sedih dan lucu ketika berangkat ke setiap cabang, kita itu belum punya dana dan kepercayaan anggotapun belum ada, tapi kita tetap semangat untuk turun ke cabang dengan cara setiap ada kegiatan pengurus iuran.

Kadang Iuaran digunakan untuk makan di saat habis kegiatan atau minum di jalan serta untuk Administrasi, yang tidak mau hilang lagi dimata penulis adalah ketika berhenti dijalan antara pondok suguh dengan teramang ada orang menjual semangka jadi kami beli dan makan di pinggir jalan karena sudah haus sekali, serta numpang di rumah keluarga kalau ada kegiatan tingkat Provinsi untuk mengurangi biaya.

Setelah terbentuk semua cabang dan sosialisasi program setiap cabang sudah selesai, sedikit demi sedikit  mulai Nampak perkembangan atau sedikit demi sedikit kepercayaan anggota sudah mulai tumbuh terbukti dari iuran anggota sudah ada 200 orang, kemudian naik menjadi 400 anggota. 

Lucunya lagi jumlah anggota waktu itu 2000 terdaftar di PB PGRI, yang bayar iuran Cuma 400 anggota.

Kepengurusan tetap solid walaupun pengurus inti ada beberapa orang yang  kurang aktif, namun beberapa pengurus yang lain tetap aktif dan semangat mensosaisasikan program. Semoga anggota percaya dengan pengurus dan mengerti apa manfaat dari organisasi PGRI.

Dengan penuh kesabaran dan semangat yang tinggi akhirnya pengurus Provinsi mempercayai Pengurus Kabupaten Mukomuko untuk dikirim mengikuti pelatihan bendahara se Sumatra di Palembang, ini bukti undangannya

Ketika mengikuti pelatihan di Palembang ada sejarah yang luar biasa yang penulis tidak bisa lupakan, yaitu mendapat berita bahwa undang – undang guru dan Dosen no 14  disahkan, kami di beri tahu oleh Nara sumber yaitu mantan ketua umum PB PGRI  Almarhum Sulistiyo beliau mendapat telepon dari salah seorang anggota DPR RI, Pada tanggal 6 Juni 2005, semua peserta pelatihan bertepuk tangan dan bahkan ada yang sujud seking riangnya.

Pergantian antar waktu pengurus terjadi pula, berkaitan dengan salah seorang pengurus mencalonkan diri sebagai wabup dan 3 orang mendapat jabatan di Struktural. 

Inilah foto Ketua  terpilih: Drs.AMZAL,M.Pd

Pengurus antar waktu ini mempunyai sejarah  yang luar biasa juga, pertama adalah terjadi Tunjangan Profesi guru yang kurang bayar dan terlambat bayar bahkan ada yang 11 bulan belum dibayar sama sekali, karena dinas Pendidikan waktu itu belum  tahu bahwa di KAS Daerah ada tunjangan guru.

Maka PGRI menghadap Diknas dan mempertanyakan, baru mereka kaget.  Waktu itulah Kadisdik mengomeli  stafnya kenapa kita dinas sampai tidak tahu bahwa tunjangan guru sudah masuk di KAS daerah. 

Saya Ingat dengan Kadisnya waktu itu dia  menyuruh stafnya belajar dengan PGRI harus tau dengan aturan dan mencari tahu.

Lihat dengan PGRI setiap yang di pertanyakan dia berdasar data yang akurat serta punya dasar hukum, mereka jangankan UU,PP dan Permennya no berapa, sampai ke Pasal dan ayatnya mereka paham itulah kata – kata Kadisdik  yang tidak bisa terlupakan.

Yang kedua ada berita bahwa pengawas tidak bisa sertifikasi, sehingga sulit pengawas mau ikut mendaftarkan sebagai peserta sertifikasi, nah kami pengurus menghadap ke kadis pada pukul 23.30 malam karena kadis ada waktunya jam segitu.

Kami penguruspun tidak gentar tetap berangkat saya diantar oleh suami, yang ikut pertemuan itu Cuma tiga orang pengurus dengan membawa dasar hukumnya, dengan debat yang panjang akhirnya Kadis menyetujui dan beliau akan mempelajari aturan tersebut, akhirnya selesai pukul 2.00 malam.

Dengan penuh kepercayaan dan semangat yang tinggi, walaupun belum banyak anggota yang percaya dengan pengurus namun kita tetap semangat untuk berjuang terbukti dengan anggota yang bayar iuran antara 600 – 800 orang walaupun caranya agak tersendat – sendat karena di pungut sistim manual, tapi iuran ke Provinsi tetap lancar di stor.

Dengan berjalannya waktu kepengurusan priode antar waktu berakhir, maka terpilih lagi ke pengurusan priode ke II, ini juga mempunyai tantangan yang berat yaitu kita diminta  oleh pengurus PB PGRI lewat pengurus Provinsi untuk melunasi hutang anggota PGRI Provinsi Bengkulu sekitar 500 juta lebih. Otomatis dalam 500 juta itu ada juga bagian dari  hutang anggota kita.

Inilah foto ketua terpilih: Drs,SUWARTO,M.Pd

Kenapa hutang ini terjadi? Itulah kekeliuran kita, anggota yang bayar iuran sedikit sedang laporan ke PB anggotanya banyak. maka pengurus PGRI Provinsi terhutang sampai ratusan juta.

Oleh pengurus PGRI Provinsi melalui Rapat kerja provinsi yang anggotanya perwakilan dari Kabupaten/kota mencari solusi membagi hutang itu ke seluruh anggota yang ada di Kabupaten/Kota, maka terjadilah pelunasan hutang itu dengan meminta anggota PGRI menyisihkan sedikit gaji ke 13nya untuk Sumbangan  pelunasan hutang.

Hutang sudah dilunasi oleh pengurus Kabupaten sesuai dengan hitungan Pengurus Provinsi untuk Mukomuko, maka satu pekerjaan yang sulit sudah terselesaikan walaupun ada juga hujatan dan cacian sebagian kecil anggota yang tidak terima menyesihkan gaji ke 13 nya. Namun kita tidak menjadi persoalan kita tetap bersabar. inilah Piagam penghargaan bukti bahwa hutang telah lunas

Lewat kesabaran dan kegigihan itu kita kembali di percayai oleh pengurus Provinsi untuk memberangkatkan wakil dari kita untuk Mengikuti Pelatihan kepimpinan tingkat internasioanal (IE) melalui JTF di Kuala lumpur Malaysia terbukti dengan surat undangannya



Tantangan kedua lagi atau hasil rapat koordinasi PGRI Provinsi bahwa kita akan membangun gedung guru baik tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten, maka terjadi perdebatan yang hebat antar peserta konkerprov namun menuai hasil yang bijak semua peserta atau kabupaten /Kota menyetujui, lagi – lagi sumber dana dari anggota juga melalui gaji ke 13.

Sosialisasi mulai dijalankan setiap Kabupaten/Kota, nah tibalah waktunya gajike 13 mau di bayar, dengan penuh kepercayaan kita menjalankan hasil konkerprov, ternyata hasilnya tidak semulus apa yang dibayangkan, masih ada anggota yang tidak mau membayarnya, namun kita tidak memaksa. Cacian dan ancaman dengan pengurus tak dapat dielakkan namun niat yang tulus tetap berjalan karena masih banyak anggota yang rela dan tulus untuk berbagi demi organisasi PGRI.

Singkat cerita sumbangan terkumpul sebagian untuk Provinsi dan sebagian untuk Kabupaten, maka berdirilah gedung guru yang jadi kebanggaan kita saat ini, baik Provinsi maupun Kabupaten, Solidaritas yessssss.

Masa Bakti yang ke II pun berakhir, maka terpilih lagi pengurus berikutnya, namun ini tetap meneruskan perjuangan dan program pengurus yang lama, kegiatan tingkat Provinsi, Pusat serta internasional selalu di ikuti perjuangan dan tantanganpun banyak juga di temui mulai dari hak guru dan martabat gurupun selalu di bela oleh pengurus. 

inilah foto ketua terpilih yaitu:SUDARMAN,M.Pd

Akhirnya dengan semua perjuangan dan kesabaran, alhamdulilah PGRI Kabupaten Mukomuko tumbuh dengan baik. inilah gedung Guru serta kenderaan operasionalnya.

Terima kasih anggota yang telah mendukung Program pengurus, sehingga kita menjadi besar dan kuat  karena Pengurus dan Anggota selalu Solid. mari kita doakan semoga kita selalu dalam kebersamaan. aamiin. 

Yang belum mengenal pengurus antar masa bakti atau priode boleh di baca di bawah ini.

SUSUSNAN PENGURUS PGRI KABUPATEN MUKOMUKO

DARI TAHUN 2003 - 2020

No

Masa Bakti

Nama

Jabatan

Keterangan

 

I

I (Pertama)

A.Pengurus Harian

 

Pengurus berjalan sampai 2005, kemudian ada pergantian sebagian pengurus antar waktu. Karena ada yang mencalonkan diri sebagai wabub dan ada menjadi pejabat di struktural.

 

Priode

Jawoto,S.Pd.SE

Ketua

 

2003-2008

Jasni Bahri,S.Pd

Waka 1

 

 

M.Janal,S.Pd

Waka 2

 

 

Subroto,S.Pd

Sekretaris

 

 

Efi Busmanja

Wakil Sekretaris

 

 

Jalaini

Bendahara

 

 

Rasita

Wakil Bendahara

 

 

 

 

 

 

B.Sekretaris Bidang

 

 

 

Riyatno

Arganisasi & Kaderisasi

 

 

Mulyadi,M.S.Pd

Tenaga Kerja dan Kesra

 

 

Harlan

Impokom

 

 

Sudarman,S.Pd

Pengembangan Karir & profesi

 

 

Nurhasanah,S.Pd

Pemerdayaan perempuan

 

 

Irman Jaya,S.Pd

Pendidikan

 

 

Budiman,S.Pd

Keharonian

 

 

Drs, Ardi

Pmb. Kesenian & olah raga

 

 

Drs, Abdul Haris

Adporkasi & Perlindungan hukum

 

 

Kamislihi

Hubungan luar negri

 

 

 

 

 

II

2005-2009

A.Pengurus Harian

 

Pengurus antar waktu

 

 

Drs.Amzal

Ketua

 

 

Joni Nevian,S.Pd

Waka 1

 

 

M.Janal,S.Pd

Waka 2

 

 

Priyurni,S.Pd

Sekretaris

 

 

Suhartono,S.Pd

Wakil Sekretaris

 

 

Rasita

Bendahara

 

 

Sri Kusuma Yanti,S.Pd

Wakil Bendahara

 

 

 

 

 

 

B.Sekretaris Bidang

 

 

 

Riyatno

Organisasi & Kaderisasi

 

 

Mulyadi,M.S.Pd

Tenaga Kerja dan Kesra

 

 

Harlan

Impokom

 

 

Sudarman,S.Pd

Pengembangan Karir & profesi

 

 

Nurhasanah,S.Pd

Pemerdayaan perempuan

 

 

Irman Jaya,S.Pd

Pendidikan

 

 

Budiman,S.Pd

Keharonian

 

 

Drs, Ardi

Pmb. Kesenian & olah raga

 

 

Drs, Abdul Haris

Adporkasi & Perlindungan hukum

 

 

Kamislihi

Hubungan luar negri

 

 

 

 

 

III

II (kedua)

A.Pengurus Harian

 

 

 

2009-2015

Drs.Suwarto,M.Pd

Ketua

 

 

 

Arianto,S.Pd

Waka 1

 

 

 

Sudarman,M.Pd

Waka 2

 

 

 

Joni Nevian,S.Pd

Sekretaris

 

 

 

Suranto,S.Pd

Wakil Sekretaris

 

 

 

Rasita,S.Pd

Bendahara

 

 

 

Alidawati,S.Pd

Wakil Bendahara

 

 

 

 

 

 

 

 

B.Sekretaris Bidang

 

 

 

 

Kamislihi

Organisasi & Kaderisasi

 

 

 

Yahyono,M.Pd

Tenaga Kerja dan Kesra

 

 

 

Suraji

Impokom

 

 

 

Usuldin,S.Pd

Penelitian & pengembagan

 

 

 

Fitri Saridewi,S.Pd

Pendidikan & latihan

 

 

 

Suprihatin,S.Pd

Kerja sama luar negri

 

 

 

Zamri,S.Pd

Pemb.karier & Profesi

 

 

 

Mansyur,S.Pd

Kerohanian

 

 

 

Nurhasanah

Pemerdayaan Perempuan

 

 

 

Makhyar,S.Pd

Pengabdian Masyarakat

 

 

 

Yonma,M.Pd

Advokasi & perlindungan Hukum

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IV

III ( ketiga)

A.Pengurus Harian

 

 

 

2015-2020

Sudarman,M.Pd

Ketua

 

 

 

Rasita,S.Pd

Waka 1

 

 

 

Hengki Rumere,S.Pd

Waka 2

 

 

 

Arianto,S.Pd

Sekretaris

 

 

 

Lakri,S.Pd

Wakil Sekretaris

 

 

 

Yuni Astuti,S.Pd

Bendahara

 

 

 

Kholipah,S.Pd

Wakil Bendahara

 

 

 

 

 

 

 

 

B.Sekretaris Bidang

 

 

 

 

Paidi,S.Pd

Organisasi & Kaderisasi

 

 

 

Nurhakim,M.TPd

Pendidikan & latihan

 

 

 

Drs. Ardi,M.Pd

Atvokasi,bantuan Hukum & Perlindungan Profesi & Kode Etik Guru

 

 

 

Marijo,M.TPd

Pmb & pgb Profesi guru,dosen,& tenaga Kependidikan

 

 

 

Roby binur,S.Pd

Penelitian dan Pengabdian masyarakat

 

 

 

Ratna wilis,S.Pd

Kerja sama, penelitian & pengembangan usaha

 

 

 

Usman,S.Pd

Kesejahteraan dan Ketenagaakerjaan

 

 

 

Epi Mardiani,S.Pd

Pemerdayaan Perempuan

 

 

 

M.Subur,S.Pd

Pmb olah raga, seni & Budaya

 

 

 

Memi Elson,S.Pd

Pembinaan Mental & spritual

 

 

 

Elvi Suryani,S.Pd

Komunikasi dan Informasi

 

 

 

Rasili,S.Pd

 Hubungan Luar Negeri